SUKABUMI – Bina Keluarga Balita Holistik Integratif Unggulan (BKB HIU) BKB ALAMANDA 7 Kelurahan Situmekar Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi resmi dilaunching, bertempat di Aula pertemuan Kecamatan Lembursitu, Kamis, 23 November 2023. Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Wali Kota Sukabumi Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Olga Pragosta, para Camat se Kota Sukabumi, Lurah Situ Mekar, PLKB Kecamatan Lembursitu serta dihadiri dr. Fitri Wardhani dari perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat.
Kota Sukabumi menjadi salah satu dari 154 kabupaten kota di Indonesia yang ditunjuk sebagai lokasi prioritas baru pada tahun 2022 berdasarkan keputusan Menteri Perencanaan Nasional, atau Kepala Badan Pembangunan Perencanaan Nasional tentang penetapan perluasan Kabupaten Kota lokasi fokus penurunan intervensi Stunting terintegrasi tahun 2022.
Selain itu mengacu kepada peraturan BKKBN nomor 12 tahun 2018, tentang pengelolaan BKB Holistik terintegrasi dan surat edaran Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga nomor 1 tahun 2023, tentang Bina Keluarga Balita Holistik Integratif Unggulan atau BKB HIU, tentang pembentukan Kelompok BKB HIU yang dilaksanakan di 246 Kabupaten Kota di Indonesia.

Pada 12 lokus percepatan penurunan Stunting oprasional, BKB HIU ini dilaksanakan melalui tahapan dewan penasehat terdiri dari OPD KB dan Mitra Kerja BKB HIU Integrasi Unggulan yang mempunyai 6 layanan unggulan yaitu layanan adminitrasi kependudukan, kepemilikan jaminan kesehatan banduta, layanan pengasuhan atau parentin bersama, layanan pemantauan pertumbuhan dan perkembanagn, layanan pembentukan karakter anak dan layanan kromotif prefentif pemeliharaan percepatan penurunan Stunting di Kota Sukabumi dan di Indonesia.

Kepada wartawan, Fitri Wardhani mengatakan, Launching dilakukan di beberapa Kabupaten Kota yang sudah mempunyai SK dari Bupati dan Wali Kota untuk memperkuat komitmen. “Jadi memang di SK Dewan Penasehat itu ada dari beberapa Instansi, ada dari Dinas Kesehatan, dari Kesra, dari Dinas Pendidikan, itu ingin adanya penguatan komitmen sehingga kegiatan-kegiatan BKB HIU ini juga dalam rangka percepatan penurunan stunting,” kata Fitri.
Menurut fitri lagi, setiap adanya kegiatan-kegiatan BKB HIU dibarengi oleh Instansi dan Dewan Penasehat sehingga upaya dalam percepatan penurunan Stunting dapat terwujud ditahun 2004 sampai 14 %.
“Jadi di hari ini di Jawa Barat yang serentak BKB HIU yang Launching ada 19 Kabupaten Kota dan kalau kick off nya itu dilakukan di Kota Banjar dengan di Hadiri langsung oleh Bapak Kepala BKKBN Provinsi Jabar,” terang Fitri.

Targetnya, di tahun 2023 ini, semua 27 Kabupaten/ Kota di Jawa Barat harus mempunyai BKB HIU dan diharapkan untuk tahun 2024, sudah mulai bergerak. “Sebenarnya di Kabupaten Kota lain pun sudah ada BKB HIU, cuma sekarang diambilnya HIU dan BKB HIU itu unggulan dari beberapa Kabupaten Kota, seperti Kota Sukabumi, juga dengan adanya SK BKB HIU, SK Dewan penasehat yang di tandatangani oleh Wali Kota itu sudah ada kegiatan yaitu salah satunya adalah kegiatan Dinas Kesehatan yang mengadakan suatu pelatihan perkembangan dan pertumbuhan untuk kader,” pungkas Fitri.
Hal senada disampaikan Ela Nurcahya selaku Penata Kependudukan Keluarga Berencana Bidang KS Jabatan Fungsional KBP3A Kota Sukabumi yang mengatakan, diadakan kegiatan Launching BKB HIU di Kecamatan Lembursitu karena BKB HIU Kelurahan Situmekar sudah berjalan dan sudah mendapatkan predikat juara termasuk Kelurahan Lembursitu.

“Saat ini tercatat ada 8 Puskesmas yang sudah melakukan pertumbuhan dan perkembangan dengan masing-masing pesertanya berjumlah 5 Kader di setiap Puskesmas dan sudah mempunyai BKB HIU, jadi dengan adanya SK Wali Kota dan instansi lain yang ikut memperkuat kegiatan-kegiatan untuk percepatan penurunan Stunting melalui BKB HIU ini,” kata Ela.
Ela berharap, Launching BKB HIU ini bisa dilakuan di enam Kecamatan lain dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para kader BKB di Kota Sukabumi khusunya BKB ALAMNDA 7 Kelurahan Situ mekar, Kecamatan lembursitu Kota Sukabumi.













