SUKABUMI – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bulutangkis Jawa Barat 2026 menjadi panggung pembuktian bagi 16 atlet terbaik Kota Sukabumi. Di antara deretan atlet yang bertolak menuju Kota Tasikmalaya, Minggu (18/10/2026), satu nama yang menarik perhatian dan dinantikan kiprahnya adalah Muhammad Malik Jauharie.
Pebulutangkis muda berusia 15 tahun itu datang dengan modal prestasi menjanjikan. Malik bukan sekadar menjadi bagian dari kontingen Kota Sukabumi, tetapi juga membawa harapan untuk menghadirkan kejutan di tengah persaingan ketat para atlet terbaik Jawa Barat pada kejuaraan yang berlangsung 19–24 Oktober 2026.
Sorotan terhadap Malik bukan tanpa alasan. Pada Kejuaraan Kota (Kejurkot) Bulutangkis Sukabumi sebelumnya, ia tampil impresif dengan memborong tiga gelar sekaligus. Malik sukses meraih juara pertama tunggal remaja putra, juara pertama ganda campuran remaja, serta juara kedua ganda taruna putra.
Catatan tersebut menjadi modal berharga bagi Malik untuk menghadapi tantangan yang lebih besar. Namun, Kejurprov kali ini tentu memiliki tingkat persaingan berbeda, mengingat sejumlah daerah di Jawa Barat diperkuat atlet-atlet dari klub besar yang telah terbiasa berlaga di Sirkuit Nasional (Sirnas).
Hal lain yang membuat kiprah Malik menarik untuk dinantikan adalah pengalaman berlatih di luar negeri. Sebelumnya, ia berkesempatan menimba ilmu bulutangkis di Negeri Tirai Bambu dengan mengikuti program uji tanding atau tryout bersama klub 1896 (Yi Pa Ciou Liyou) di Kota Datong, Provinsi Shanxi, China.
Dalam kesempatan tersebut, Malik disebut mampu menunjukkan performa yang menarik perhatian khusus dari pihak klub. Pengalaman itu diharapkan menjadi bekal tambahan, terutama dalam membangun mental bertanding, meningkatkan kemampuan teknis, serta menghadapi lawan dengan karakter permainan yang beragam.
Ayah Malik, Dani Rusnindar, yang juga merupakan mantan juara bulutangkis Sukabumi, mengatakan putranya akan turun di nomor tunggal remaja putra pada Kejurprov Jawa Barat 2026.
Namun, kesempatan Malik ternyata tidak berhenti di nomor tunggal. Setelah melalui pertimbangan dan pengamatan jajaran pelatih, ia juga dipercaya memperkuat nomor ganda putra remaja.
“Awalnya hanya akan fokus di nomor tunggal. Tetapi, setelah dicoba oleh jajaran pelatih untuk turun di nomor ganda, hasilnya juga bagus. Akhirnya pelatih dan Ketua PBSI Kota Sukabumi, pak Idhan Rusmaindarsah Dwisya, sepakat menurunkan Malik di ganda putra remaja,” ungkap Dani melalui pesan WhatsApp.
Di nomor tersebut, Malik akan berpasangan dengan Inesta, atlet yang sebelumnya menjadi runner-up Kejurkot Sukabumi.
Keputusan menurunkan Malik di dua nomor sekaligus membuka peluang sekaligus tantangan tersendiri. Selain dituntut menjaga konsistensi permainan di nomor tunggal, ia juga harus membangun chemistry bersama pasangan gandanya untuk menghadapi lawan-lawan tangguh.
Meski datang dengan sederet prestasi dan pengalaman internasional, keluarga tidak ingin Malik terbebani target berlebihan. Dani berharap putranya bisa bermain maksimal, menikmati setiap pertandingan, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Menurutnya, persaingan bulutangkis di Jawa Barat tidak mudah. Sejumlah daerah memiliki klub-klub besar dengan atlet yang sudah terbiasa tampil di berbagai kejuaraan nasional.

Karena itu, Kejurprov 2026 menjadi kesempatan penting bagi Malik untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah pengalaman menghadapi lawan dengan kualitas permainan yang lebih tinggi.
Di sisi lain, rekam jejak Malik di Kejurkot dan pengalaman berlatih di China membuat peluang menghadirkan kejutan tetap terbuka. Kini, pembuktian sesungguhnya berada di lapangan. Mampukah bintang muda Sukabumi itu menembus dominasi atlet-atlet unggulan Jawa Barat?
Perjalanan Malik tidak berhenti setelah Kejurprov Jawa Barat 2026. Berdasarkan rencana keluarga, pada 1 November 2026 ia dijadwalkan kembali bertolak ke China untuk melanjutkan program pelatihan sekaligus mengikuti berbagai turnamen selama tiga hingga empat bulan ke depan.
Program tersebut diharapkan dapat memperkaya pengalaman bertanding dan meningkatkan kualitas permainan Malik dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif.
Meski demikian, pendidikan tetap menjadi prioritas. Pada akhir Maret 2027, Malik direncanakan kembali ke Indonesia untuk mengikuti ujian akhir sekolah di SMPN 10 Kota Sukabumi.
Perjalanan Malik menjadi gambaran bagaimana pembinaan atlet usia muda membutuhkan keseimbangan antara prestasi olahraga, pengalaman internasional, dukungan keluarga, dan pendidikan.
Kini, perhatian tertuju ke Tasikmalaya. Enam belas atlet Kota Sukabumi membawa misi prestasi, sementara Malik Jauharie menjadi salah satu nama yang kiprahnya layak dinantikan.
Dengan modal tiga gelar Kejurkot, pengalaman berlatih di China, serta kepercayaan tampil di dua nomor, kejutan apa yang akan dibawa Malik dari Kejurprov Bulutangkis Jawa Barat 2026? Jawabannya akan ditentukan melalui perjuangan di setiap pertandingan.












