SUKABUMI – Perilaku politik kiai menjelang Pemilu 2024 di kota Sukabumi sangat dipengaruhi oleh identitas calon yang akan dipilih. Identitas calon menjadi pertimbangan utama bagi para kiai untuk menentukan pilihannya.
Hal itu dikatakan Ketua Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Kota Sukabumi, Ratna Istiana, usai menggelar Seminar Diseminasi Penelitian Politik Indentitas dan Perilaku Politik Kiai Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, di Gedung Islamic Centre, Jalan Veteran, Kecamatan Cikole, Rabu 8 November 2023.
Oleh karena itu menurut Ratna, untuk mendapatkan pemahaman yang menyeluruh tentang masalah tersebut, maka digunakan perpaduan dua dimensi penting, yakni pendekatan perilaku pemilih (voter behavior) dan politik identitas agama yang sama dalam perspektif sosiologi politik.
“Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif (mix method) melalui kuesioner yang disebarkan kepada responden. Lokasi penelitian di kota Sukabumi dengan fokus pada politik identitas dan perilaku politik kiai menjelang pemilihan umum 2024,” jelas Ratna.

Menurutnya lagi, hasil penelitian menyimpulkan bahwa perilaku politik kiai di Sukabumi dipengaruhi oleh identitas calon peserta Pemilu dan berkontribusi positif dalam membentuk perilaku politik kiai pada Pemilu di Sukabumi.
“Tokoh agama dalam mengekspresikan perilaku politiknya lebih didasarkan pada identitas agama dan keyakinan yang sama daripada faktor kekerabatan dan kedaerahan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam memetakan perkembangan perilaku dan partisipasi politik tokoh agama khususnya kiai di Sukabumi,” pungkasnya.
Sementara Ketua Panitia Pelaksana Seminar, Hasbi Raudul Ulum, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh stake holder terkait yang sudah menjadi bagian dari suksesi kegiatan tersebut. JPPR menurutnya memiliki keinginan dan harapan besar untuk menyongsong pesta demokrasi 2024.
“Seminar ini adalah bagian dari pendidikan bagi pemilih, agar di pemilu nanti pemilih dapat memberikan hak suaranya sesuai dengan hati nuraninya bukan hanya sebatas ikut sana ikut sini, tapi disandarkan pada rasionalitas untuk memilih calon pemimpin bangsa,” singkatnya.

Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang politik identitas dan perilaku politik kiai, serta memberikan rekomendasi strategis sebagai persiapan dalam menghadapi Pemilu 2024, juga merupakan penjabaran dari program pendidikan pemilih.
Adapun tujuan lainnya yakni menjadikan masyarakat pemilih literasi elektoral. Artinya pemilih yang memiliki kesadaran berpolitik dan literasi dalam Pemilu sehingga bisa menentukan arah politiknya bukan hanya sekedar terbawa orang lain.












