SUKABUMI – Keponakan Menteri Pertahanan sekaligus calon Presiden Prabowo Subianto, Satrio Dimas Adityo terdaftar sebagai calon anggota DPR RI Partai Gerindra Dapil Jawa Barat IV Kota dan Kabupaten Sukabumi. Dia pun menjaring dukungan dari buruh pabrik yang mendeklarasikan sebagai relawan Prabowo sekaligus Satrio.
Sebanyak 1.200 orang buruh pabrik itu berasal dari PT Pratama dan PT GSI Sukalarang. Mereka berkumpul di Gelanggang Olahraga Suryakencana, Kota Sukabumi dengan mengenakan kaos putih berlambang Partai Gerindra.
Satrio Dimas Adityo mengatakan, ia sudah bergelut di dunia politik sejak tahun 2008. Sebelumnya dia juga menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra dan Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra.

“Saya di dunia politik dari 2008, dari Partai Gerindra sejak 2008. Baru kali ini saya mengabdikan diri menjadi calon anggota legislatif sehingga mudah-mudahan ilmu dan pengalaman bisa memberikan manfaat untuk masyarakat,” kata Satrio di GOR Suryakencana, Kota Sukabumi, Minggu (5/11/2023).
Dia mengatakan, dukungan dari 1.200 buruh ini menjadi ujung tombak perjuangan dalam memetakan dan menyukseskan program-program Prabowo Subinto sebagai calon Presiden 2024 mendatang. Sebagai calon legislatif, ia juga memiliki program kerja untuk memajukan daerah pemilihannya dalam bidang ekonomi.
“Kalau saya karena bidang ekonomi, saya ingin membawa program dari pemerintah khususnya pusat untuk membawa program pemerataan ekonomi, (pertama) membuka lapangan kerja. Kedua juga mungkin bisa memperbaiki infrastruktur dan pengembangan UMKM karena banyak petani, peternak, pariwisata perlu kita kembangankan, tingkatkan di kemudian hari,” ujarnya.
Menurutnya, di Kota dan Kabupaten Sukabumi masih terjadi kesenjangan sosial. Ekonomi masyarakat dalam hal pemanfaatan sumber daya alam, kata dia, belum dirasakan merata oleh masyarakat.
“Kesenjangan sosial terjadi adanya ketikmerataan jadi wilayah Sukabumi ini kan sangat luas, hanya beberapa bagian yang bisa menikmati kekayaan alam. Tentunya ini harus terdorong bagaimana potensi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) ditingkatkan,” katanya.

“Semua masyarakat kita bekali, kita berikan pengembangan pendidikan menjadi bibit-bibir berkualitas, kemudian bisa membangun ekonomi mikro di wilayah masing-masing, membangun desanya, membangun kabupatennya,” tambah dia.
Satrio optimis, Gerindra akan mendapatkan 78 kursi di DPR RI. “Harus (optimis 78 kursi). Target kita untuk nasional 100 kursi di mana Jabar adalah basis kekuatan Gerindra, tentunya ideal (di Sukabumi) dua kursi. Dapil lain banyak yang tiga kursi di Jawa Barat,” ungkapnya.
Sementara itu, Komandan Relawan Inti PT Pratama dan PT GSI, Lutfi Ahmad menambahkan, forum silaturahim ini sengaja diselenggarakan oleh para relawan inti untuk saling mengenal sosok Satrio Dimas.
“Ada ribuan buruh dari PT Pratama dan GSI yang hadir pada kesempatan ini. Iya, tujuan dari semua ini adalah untuk membawa perubahan dan kemajuan di Sukabumi agar lebih sejahtera dan makmur,” kata Lutfi.

Lutfi yang juga menjabat sebagai General Manager PT Pratama Abadi Industri ini menilai bahwa Satrio Dimas merupakan seorang profesional yang memiliki pengalaman bekerja di empat perusahaan besar. Selain itu, Satrio juga menjabat sebagai Wakil Bendahara di DPP Partai Gerindra. Menurutnya hal itu menunjukkan bahwa Satrio Dimas bukan hanya seorang politisi murni, tetapi juga seorang pekerja keras.
“Kami optimis, bahwa para buruh ini dapat mengantarkan Partai Gerindra meraih dua kursi di DPR RI,” paparnya.
Pada kesempatan tersebut, Lutfi Ahmad juga mengumumkan targetnya untuk mengumpulkan dukungan sebanyak 7.500 relawan yang siap bekerja mengantarkan Satrio ke kursi DPR RI. Angka 150 ribu yang disebutnya hanya untuk relawan inti dari Komando Pratama, baik dari dalam maupun luar Kabupaten Sukabumi.

Ketika ditanya mengenai visi dan misi Satrio Dimas, Lutfi Ahmad menjelaskan, bahwa fokus pertama adalah mensejahterakan buruh di Kabupaten Sukabumi. Selain itu, juga penting untuk membangun perekonomian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat memberikan lapangan pekerjaan baru bagi buruh yang menganggur saat ini.
“Hal ini menjadi lebih penting karena kondisi perusahaan-perusahaan sedang sulit dalam masa krisis saat ini,” tuturnya.












