Sukabumi – Sektor pendidikan dinilai rawan terjadinya indikasi korupsi, karena jika dilihat dari alokasi anggaran yang cukup besar untuk kebutuhan layanan pendidikan. Hal tersebut dikatakan Penjabat Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, usai membuka acara sosialisasi anti korupsi yang di gelar Inspektorat, di Balai Kota Sukabumi, Senin, 6 November 2023.
Untuk itu, orang nomor satu di Pemkot Sukabumi itu meminta pihak sekolah bisa transparan dalam membuat laporan keuangan.
Ia pun meminta seluruh Kepala Sekolah baik tingkat SD maupun SMP dan komite sekolah untuk mengantisipasi terjadinya indikasi korupsi di lingkungan sekolah mereka.

“Sudah seyogyanya para kepala sekolah SD, SMP dan ketua komite diberikan pemahaman terkait dengan apa saja yang harus dilakukan dalam mengantisipasi korupsi yang terjadi di lingkungan sekolah,” kata Kusmana.
Bukan hanya transparansi saja, Kusmana juga meminta pihak sekolah untuk akuntable dalam mengelola dana Bos Sekolah. Sejauh ini Kusmana belum menerima adanya sekolah baik SD maupun SMP yang tersandung kasus hukum terkait korupsi tersebut. Dia berharap sekolah – sekolah di Kota Sukabumi terhindar dari kasus indikasi korupsi.

Sementara itu Kepala Inspektur Daerah Kota Sukabumi, Een Rukmini menjelaskan, para guru dan komite sekolah perlu diberikan pemahaman tentang korupsi yang menurutnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Mereka perlu diberikan pemahaman dan edukasi tentang apasih korupsi itu, yang didalamnya terdapat gratifikasi, perbuatan curang dan sebagainya, nah perbuatan itu yang akan kita berikan kepada rekan Kepala Sekolah dan Komite Sekolah,” jelas Een.

Para peserta menyambut baik sosialisasi yang digelar Inspektorat itu, para kepala sekolah yang hadir, sangat antusias mendengarkan materi dari narasumber, untuk mengantisipasi adanya gratifikasi maupun indikasi korupsi di lingkungan sekolah.















