SUKABUMI – Mahasiswa diharapkan dapat menjadi pionir dan garda terdepan dalam menangkal berita-berita hoax, khususnya pada pesta demokrasi Pemilihan Umum tahun 2024 mendatang.
Mahasiswa juga diharapkan dapat menciptakan iklim pemilu yang damai dan kondusif, diperkukan keterlibatan semua pihak, terutama untuk menangkal adanya informasi hoaks dan kampanye hitam yang beredar di media sosial.
Isu tersebut muncul saat penyelenggaraan Dies Natalis ke 10 tahun 2023 Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI) Universitas Nusa Putra Sukabumi, di GOR Pemuda Cisaat, Sabtu 9 Desember 23.
Acara yang dihadiri 250 mahasiswa-mahasiswi jurusan Sistem Informasi Universitas Nusa Putra tersebut mengusung tema ” Mengukir Kenangan dalam Kebahagiaan di Era Digital”.

Ketua Pembina Nusa Putra Falentino Sembiring mengatakan, pasca digelarnya Dies Natalis ini, HMSI akan bekerjasama dan bersinergi dengan Polres Sukabumi Kota dalam menangkal berita Hoaks. Terutama menjelang, saat dan pasca Pemilu 2024. Sehingga diharapkan Pemilu bisa berjalan damai serta kondusif.
“Dengan adanya kegiatan Universitas Nusa Putra Prodi Sistem Informasi, mahasiswa mendapatkan beberapa saran dari pihak Kepolisian yang berdampak juga terhadap masyarakat. Hal tersebut terkait filterisasi terhadap berita -berita hoaks, baik itu berita hoaks yang ada di media sosial maupun media massa,” kata Falentino.
Pada dasarnya masih menurut Falen, mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat Indonesia, yang di dalamnya ada masyarakat Sukabumi. Untuk itu, mahasiswa harus berperan penting terhadap pencegahan terhadap berita hoaks.
“Banyak berita-berita hoaks yang kita dapatkan, pembahasan atau isu -isu yang sering terjadi yang sekarang ini adalah isu -isu tentang politik, baik itu pemilihan Presiden, bakal calon legislatif dan juga beberapa partai politik yang ada di Sukabumi. Hal itu harus kita tangkal,” jelas Falentino.
Maka itu, Falentino mengajak mahasiswa agar bisa berpartisipasi didalam pemilu damai, disiplin dan juga kondusif, terutama dalam mencegah berita hoaks. “Itu sangat ditekankan pada mahasiswa-mahasiswa kita,” imbuhnya.
“Untuk temuan, sampai sekarang ini belum ada temuan, hanya saja kita mengarahkan beberapa mahasiswa untuk melakukan sosialisasi ke berbagai teman dan juga keluarga untuk menghindari akun-akun hoaks, begitu juga berita-berita hoaks,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua HMSI Aibir Gusti Ramdhona menyebutkan, membangun chemistry antara mahasiswa sangat diperlukan, sebagai bukti bahwa mahasiswa mampu bekerja dengan pihak Kepolisian.
“Itu untuk mencegah isu -isu hoax, dan sekarang ini sedang digemparkan tentang politik, yang mana politik itu terdapat dua kelebihan, yaitu politik negatif dan politik hitam,” bebernya.












