SUKABUMI — Lapangan SMAN 3 Kota Sukabumi berubah menjadi panggung nostalgia pada Minggu (9/8/2026). Ribuan alumni yang datang dalam Reuni Akbar REAKSI 2 (Reuni Akbar Smanti) tak hanya melepas rindu dengan kawan lama, tetapi juga bernostalgia lewat lantunan lagu-lagu Ari Lasso.
Mantan vokalis Dewa 19 itu menjadi magnet utama dalam puncak perayaan yang digelar Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Smanti Sukabumi tersebut. Lagu-lagu dari perjalanan solonya hingga sejumlah tembang yang pernah populer bersama Dewa 19 sukses menghidupkan kembali memori para alumni lintas generasi.
Dari depan panggung hingga area penonton, suasana berubah menjadi lautan nostalgia. Para alumni ikut bernyanyi, bertepuk tangan, dan menikmati setiap lagu yang dibawakan Ari Lasso.
Bagi sebagian alumni, penampilan tersebut bukan sekadar hiburan. Lagu-lagu Ari Lasso dan Dewa 19 seperti membuka kembali album kenangan masa sekolah—tentang persahabatan, kisah cinta, hingga masa muda yang pernah mereka jalani.
Ketua IKA Smanti Sukabumi, Novel Fajar Ristawan, mengatakan REAKSI 2 digelar bertepatan dengan Dies Natalis ke-41 SMAN 3 Kota Sukabumi. Reuni tersebut diikuti sekitar 3.000 alumni dari berbagai angkatan.
“Jadi hari ini kebetulan SMA 3 Dies Natalis ke-41. Kami, IKA Alumni SMA 3 Sukabumi, sekaligus membuat reuni akbar dari angkatan 8 sampai 2026,” kata Novel.

Menurutnya, selama 41 tahun SMAN 3 Kota Sukabumi telah melahirkan generasi dari berbagai latar belakang. REAKSI 2 menjadi momentum untuk kembali mempertemukan mereka dalam satu ruang kebersamaan.
“Alhamdulillah kami berkumpul kurang lebih 3.000 alumni. Kegiatan ini sebenarnya spontan karena sudah lama tidak menyelenggarakan reuni akbar,” ujarnya.
Reuni akbar pertama IKA Smanti digelar pada 2011. Setelah lebih dari satu dekade, REAKSI 2 akhirnya kembali digelar sebagai ruang temu bagi alumni lintas angkatan.
Novel mengatakan, kepengurusan IKA Smanti Sukabumi periode saat ini ingin membawa organisasi alumni menjadi wadah yang lebih kuat.
“Semangat kami adalah ingin membangun IKA Smanti yang kuat dengan kebersamaan, solidaritas, dan juga peduli dengan sesama,” katanya.
Hadirnya Ari Lasso menjadi salah satu kejutan besar dalam rangkaian REAKSI 2. Penampilan penyanyi yang dikenal dengan karakter vokalnya tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan selama sekitar tiga bulan.
Rangkaian REAKSI 2 tidak hanya berisi panggung musik. Sejak Juni, alumni telah diajak mengikuti fun walk sejauh sekitar lima kilometer. Kegiatan tersebut dipadukan dengan aksi memungut sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Agenda kemudian berlanjut dengan berbagai pertandingan olahraga dalam Alumni Cup, yang juga dikenal dengan sebutan Domba Cup.
“Rangkaiannya berjalan tiga bulan. Mulai bulan Juni kami ada fun walk sekitar lima kilometer dan memungut sampah sambil berolahraga,” tutur Novel.

“Terus dilanjutkan dengan berbagai cabang olahraga Alumni Cup, atau populernya saat zaman dulu disebut Domba Cup,” sambungnya.
Puncaknya, ribuan alumni akhirnya berkumpul dalam satu panggung besar bersama Ari Lasso.
Novel menyebut tingginya antusiasme alumni sebenarnya membuat panitia harus membatasi jumlah peserta. Kapasitas lokasi menjadi alasan jumlah peserta dibatasi sekitar 3.000 orang.
“Sebetulnya kami ingin mengajak semua alumni hadir. Tapi karena tempat tidak memadai, kami membatasi 3.000 peserta,” katanya.
Ia berharap reuni berikutnya dapat digelar di lokasi yang lebih besar sehingga semakin banyak alumni dari berbagai angkatan dapat ikut berkumpul.
Sementara itu, di atas panggung, Ari Lasso menjalankan perannya seperti seorang pengantar nostalgia. Setiap lagu menjadi pintu untuk membawa ribuan alumni kembali pada masa ketika musik menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup mereka.
REAKSI 2 pun bukan sekadar reuni. Ia menjadi perayaan tentang waktu yang berjalan, persahabatan yang tetap bertahan, dan lagu-lagu yang ternyata tak pernah benar-benar tua.
Di tengah riuh tepuk tangan dan suara ribuan alumni yang bernyanyi bersama, Ari Lasso menutup sebuah hari yang penuh kenangan—sekaligus meninggalkan satu pesan sederhana: ada masa lalu yang selalu punya cara untuk kembali terdengar.













