SUKABUMI — Tokoh nasional Babeh Haikal menegaskan pentingnya peran Gerakan Cinta Prabowo (GCP.08) dalam menyampaikan program-program Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat secara tepat dan santun.
Hal itu disampaikan Babeh Haikal usai menghadiri Apel Akbar Gerakan Cinta Prabowo GCP.08 Kota/Kabupaten Sukabumi, di Grand Riung Jalur Lingkar Selatan, Minggu (9/8/2026).
Babeh Haikal mengatakan, kehadirannya dalam kegiatan tersebut salah satunya untuk meluruskan berbagai informasi mengenai pemerintahan Prabowo yang dinilai kerap disalahgunakan di media sosial.
“Saya memang mau hadir di Gerakan Cinta Prabowo sekaligus meluruskan kalau ada hal-hal yang di sosial media sering disalahgunakan,” kata Babeh Haikal.
Selain menghadiri agenda GCP.08, kedatangannya ke Sukabumi juga menjadi momentum untuk bertemu dengan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki. Ia menyebut rencana pertemuan tersebut sudah lama diagendakan.
“Yang kedua saya sudah janji lama mau ketemu dengan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki,” ujarnya.
Menurutnya, ke depan GCP.08 memiliki tugas penting untuk membantu menyampaikan berbagai program pemerintah Presiden Prabowo kepada masyarakat.
Ia menilai, selama ini masih terjadi miskomunikasi terkait sejumlah program pemerintah sehingga diperlukan narasi yang jelas agar informasi yang diterima masyarakat tidak keliru.
“Terkait ini nanti fungsinya GCP.08 ke depan akan menyampaikan program-program terbaik Presiden Pak Prabowo. Karena kan selama ini banyak miskomunikasi yang sampai di masyarakat terkait program-program,” jelasnya.
Babeh Haikal menyebut jaringan GCP.08 telah tersebar dari Aceh hingga Papua. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi kekuatan untuk membangun komunikasi publik yang lebih masif, khususnya melalui media sosial.
“GCP.08 itu ada dari Aceh sampai Papua. Masing-masing sangat aktif di sosial media. Jadi salah satu pertempuran, dalam tanda kutip, ya pertempuran di sosial media,” katanya.
Namun, ia mengingatkan para pendukung Prabowo agar tidak menjadikan media sosial sebagai ruang untuk memperuncing perbedaan. Narasi yang dibangun harus tetap mengedepankan kesantunan dan persatuan.
Ia menekankan pentingnya pemilihan diksi, kata, dan kalimat dalam setiap konten yang disampaikan kepada publik.
“Jadi perlu ada narasi-narasi yang baik, pemilihan diksi, kata, kalimat itu yang sopan, yang santun, yang tidak mencerminkan perpecahan,” tegasnya.
Babeh Haikal juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung Prabowo jika kondisi kesehatan memungkinkan. Bahkan, ia menyatakan siap mengawal perjuangan tersebut hingga 2034.
“Siap mendukung Pak Prabowo hingga 2034? Oh jelas itu. Insya Allah kalau diberikan kesehatan kita lanjutkan dong,” tegasnya.
Ia menambahkan, dukungan tersebut dilandasi keyakinan terhadap prinsip kebangsaan yang menjadi pijakan bersama.
“Kenapa? Karena semua terbukti kok. Pancasila, NKRI itu patokan kita. Jangan berpaling dari situ,” pungkasnya.












