SUKABUMI — Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Komisi II Fraksi PKS, Inggu Sudeni, meninjau langsung lokasi rumah roboh di wilayah Tipar, Kecamatan Citamiang, Jumat (3/4/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan setelah dirinya menerima laporan warga saat tengah beraktivitas pagi.
“Tadi saya rutin bersepeda pagi seperti biasa, setelah itu makan bubur di Lapdek. Tiba-tiba ada laporan dari warga Tipar terkait rumah ambruk di RW 1, saya langsung menuju lokasi,” ujar Inggu.
Sesampainya di lokasi, Inggu mendapati aparat setempat telah lebih dahulu hadir. Lurah Tipar, Cecep Kuswandi, sudah berada di lokasi untuk melakukan penanganan awal. Tidak lama berselang, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah juga tiba untuk membantu penanganan darurat.
Rumah yang roboh diketahui milik seorang warga lanjut usia bernama Sri Helda Khadarti (55). Kondisi bangunan disebut sudah sangat memprihatinkan dan tidak layak huni sejak lama.
Peristiwa robohnya rumah terjadi pada Kamis malam (2/4/2026) usai waktu Isya.
Menurut keterangan suami korban, Wendi, yang sehari-hari bekerja sebagai petugas parkir, rumah tersebut memang sudah dalam kondisi rapuh.
“Tiba-tiba saja ambruk, memang kalau dilihat sudah tidak layak dihuni,” ujarnya.
Inggu mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi terkait kemungkinan bantuan perbaikan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Namun, ia menyebut saat ini anggaran untuk program tersebut belum tersedia.
“Saya sudah komunikasi dengan Kabid Perumahan DPUTR, untuk saat ini anggaran Rutilahu belum ada. Tapi mudah-mudahan di anggaran perubahan nanti bisa kita dorong,” jelasnya.

Ia menegaskan, Komisi II DPRD akan mendorong pemerintah daerah agar perbaikan rumah tidak layak huni menjadi prioritas, mengingat kejadian serupa tidak hanya terjadi di Tipar, tetapi juga di wilayah lain seperti Kecamatan Baros.
“Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. Jangan sampai membahayakan keselamatan warga. Kejadian seperti ini sudah berulang, jadi harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Sebagai langkah darurat, BPBD telah memberikan bantuan sementara berupa terpal untuk menutup bagian rumah yang terdampak. Inggu juga turut memberikan bantuan langsung sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi warga.
Warga berharap pemerintah dapat segera memberikan bantuan perbaikan rumah agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan keselamatan penghuni dapat terjamin.












