SUKABUMI — Anggota DPRD Kota Sukabumi, Inggu Sudeni, menyoroti kondisi Jalan Ciaul Pasir yang rusak parah hingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Seorang tukang ojek pangkalan, Ujang Supritna, menjadi korban dengan luka serius di bagian wajah akibat insiden yang terjadi pada Kamis (2/4/2026).
Saat ditemui awak media di kawasan Jalan Suryakencana, Jumat (3/4/2026), Inggu mengungkapkan bahwa kondisi jalan di lokasi tersebut memang sangat membahayakan pengguna jalan.
“Memang kemarin ada kejadian jatuhnya kendaraan bermotor. Di situ cukup membahayakan, karena korbannya saya lihat mengalami luka parah. Terjadi pendarahan di bagian wajah dan kepala. Kondisi jalannya sudah sangat parah,” ujarnya.
Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera ini menambahkan, pihaknya di DPRD telah mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk segera mengambil langkah penanganan. Namun, berdasarkan keterangan dinas terkait, saat ini belum tersedia anggaran untuk perbaikan jalan tersebut.
“Kami di DPRD sudah cukup kencang mendorong PUTR. Memang saat ini belum ada anggaran, sehingga kami dorong agar di perubahan anggaran parsial yang akan segera dilakukan, Pemerintah Kota bisa mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan-jalan yang kondisinya sudah parah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Inggu menegaskan bahwa Komisi II DPRD Kota Sukabumi telah memanggil pihak PUTR dan mendesak agar perbaikan infrastruktur, khususnya jalan, menjadi prioritas utama dalam anggaran parsial mendatang.
“Kita di Komisi II sangat tegas. Kita tidak mau tahu, di anggaran parsial itu wajib dianggarkan. Setelah musim penghujan, sekitar April hingga Mei, harus sudah ada pekerjaan perbaikan infrastruktur, terutama jalan-jalan rusak,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah kota, termasuk wali kota dan dinas terkait, telah berkomitmen untuk melakukan perbaikan menyeluruh terhadap jalan-jalan di Kota Sukabumi melalui anggaran parsial, terutama jika dana transfer dari pemerintah pusat telah masuk.
“Awalnya memang hanya ada lima ruas jalan yang direncanakan. Tapi kami di Komisi II terus menekan. Ketika dana transfer pusat masuk, kami minta seluruhnya dialokasikan untuk infrastruktur, terutama perbaikan jalan,” pungkasnya.
Kasus kecelakaan ini menjadi pengingat pentingnya percepatan penanganan infrastruktur jalan demi keselamatan masyarakat pengguna jalan di Kota Sukabumi.













