SUKABUMI – Setelah sukses menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Membaca Nyaring (Read Aloud) bersama para guru PAUD se Kota Sukabumi, kemarin. Kini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Sukabumi kembali menyelenggarakan acara yang sama yang diikuti oleh para Pustakawan dan Pegiat Literasi di Kota Sukabumi, yang diselenggarakan di ruang pertemuan lantai 3 Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Sukabumi, Kamis (13/11/25).
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan, menjelaskan kegiatan Membaca Nyaring merupakan salah satu metode efektif dalam menumbuhkan minat baca dan membangun budaya literasi, terutama di kalangan anak-anak.
“Melalui kegiatan ini, kita tidak melatih kemampuan membaca dengan hanya ekspresif, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap buku, memperkaya kosa kata, serta meningkatkan daya imajinasi dan pemahaman anak terhadap isi bacaan,” kata Asep.
Menurut Asep, peran Pustakawan dan Pegiat Literasi sangat penting dalam keberhasilan gerakan literasi. “Kegiatan bimbingan teknis ini diharapkan menjadi sarana untuk menambah pengetahuan, keterampilan, serta inspirasi dalam menerapkan metode membaca nyaring di sekolah, perpustakaan, rumah dan lingkungan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan Dispusipda Kota Sukabumi, Dinar Nuraeni Kuraesin, mengatakan, Bimtek Membaca Nyaring di hari kedua ini melibatkan Praktisi Read Aloud, Dian Wahyu Puspitasari sebagai narasumber.
“Narasumber memberikan ilmunya tentang teknik Membaca Nyaring yang baik dan ada praktek atau contoh dari peserta sehingga bimtek ini benar benar memberikan pengalaman yang berharga bagi seluruh peserta,” kata Dinar.

Dinar menambahkan, kegiatan Bimtek Membaca Nyaring menitikberatkan pada buku dan proses membaca itu sendiri. Metode membaca nyaring dimulai dengan pembaca menyebutkan judul buku, mengenalkan penulis, hingga ilustratornya, kemudian membacakan buku kepada anak-anak.
“Membaca Nyaring akan mengasah kemampuan anak dalam mendengar dan menyimak, mendorong berbicara. Sehingga, anak dapat membaca dan menulis,” ungkap Dinar.
Dinar berharap, setelah kegiatan ini, para peserta dapat menjadi agen literasi di tempat masing-masing, menularkan semangat membaca, dan menciptakan suasana menyenangkan bagi anak-anak.












