SUKABUMI – Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Regional III, Wahyu, S.Kom, M.A.P, mengapresiasi komitmen Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki yang telah mengimplementasikan manajemen talenta ASN secara nyata melalui perjanjian kerja sama dengan BKN.
Hal itu dikatakan Wahyu dalam kegiatan Sosialisasi Manajemen Talenta di Oproom Balai Kota Setda Kota Sukabumi, Kamis (14/11/25).
“Sebagai HRD bagi 4,5 juta ASN di Indonesia, kami mendorong agar setiap daerah melakukan pemetaan potensi dan kompetensi pegawainya. Dalam konteks organisasi, wali kota ibarat pilot dan ASN adalah mesinnya, sementara masyarakat menjadi penumpangnya,” jelas Wahyu.
Ia menambahkan, di wilayah kerja BKN Regional III yang meliputi dua provinsi, 13 kota, dan 22 kabupaten, terdapat sekitar 23 ribu ASN yang akan dipetakan potensi dan kompetensinya hingga Desember 2025.
“Untuk Kota Sukabumi, ada sekitar 450 ASN yang akan mengikuti pemetaan potensi dan kompetensi. Tujuannya agar penempatan pegawai lebih tepat sesuai kemampuan dan kualifikasinya,” pungkasnya.

Sementara itu Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menjelaskan, Pemerintah Kota Sukabumi terus berupaya meningkatkan kualitas aparatur sipil negara (ASN) melalui penerapan manajemen talenta dan penguatan kompetensi sumber daya manusia.
Menurut Ayep Zaki, peningkatan kompetensi ASN menjadi kunci dalam memperkuat pelayanan publik. Salah satu langkahnya adalah dengan menghadirkan pelatihan-pelatihan berbasis teknologi, termasuk tiga paket pelatihan Artificial Intelligence (AI) yang mencakup tingkat dasar, lanjutan 1, dan lanjutan 2.
“Faktor SDM sangat penting untuk terus di-upgrade. Setelah pelatihan AI, akan dilanjutkan dengan pelatihan basic mentality mulai akhir 2025 hingga 2026 agar ASN mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Ayep.
Ia menegaskan, pemerintah memiliki tanggung jawab besar terhadap berbagai isu strategis seperti pengangguran, kemiskinan, stunting, dan penataan PKL.
“Sedikitnya kita butuh tiga tahun untuk membereskan itu semua, dan hasilnya baru akan terlihat di tahun keempat,” tambahnya.
Ayep juga menekankan pentingnya kerja tim yang solid serta kompetensi lintas sektor seperti ekonomi, pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan. “Objek-objek dasar ini harus mendapatkan atensi pemerintah untuk memperkuat fondasi pembangunan daerah,” pungkasnya.













