SUKABUMI – Berawal dari gagasan untuk mengenalkan potensi wisata daerah secara lebih kreatif, Ce Mulya Rizki Anugrah berhasil mengantarkan inovasi Promosi Pariwisata (PROSA) Kota Sukabumi menembus Top 30 Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) 2026.
Plt. Kepala Seksi Promosi dan Pengembangan Pariwisata tersebut mengembangkan PROSA sebagai strategi promosi yang menggabungkan kreativitas konten digital dengan pengalaman wisata secara langsung.
Bagi Ce Mulya, promosi pariwisata bukan sekadar membuat destinasi dikenal di media sosial. Lebih dari itu, promosi harus mampu menarik wisatawan untuk datang, menikmati potensi Kota Sukabumi, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Alhamdulillah, PROSA berhasil masuk Top 30 KIJB 2026. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan promosi pariwisata yang lebih kreatif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Ce Mulya.
Melalui PROSA, beragam potensi wisata Sukabumi diperkenalkan, mulai dari wisata sejarah, budaya, kuliner hingga daya tarik perkotaan. Strategi ini diperkuat dengan produksi 17 video promosi yang melibatkan sejumlah figur publik, di antaranya Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Aldi Taher, Azis Gagap, Bang Ocid, Koswara dari sinetron Dunia Terbalik, dan Enau.
Hasilnya mulai terlihat dari perkembangan media sosial @sukabumi.tourism. Jumlah pengikut yang pada akhir 2025 tercatat 4.002 akun meningkat menjadi 7.285 pengikut pada September 2026. Angka tersebut tumbuh sekitar 82 persen.
Tak hanya itu, konten promosi yang dipublikasikan selama Maret hingga September 2026 berhasil meraih sekitar 3,713 juta tayangan.
Bagi Ce Mulya, angka tersebut menjadi modal untuk memperluas jangkauan promosi. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan inovasi tidak cukup diukur dari banyaknya penonton dan pengikut media sosial.
“Fokus kami bukan hanya meningkatkan tayangan, tetapi bagaimana masyarakat tertarik berkunjung dan merasakan langsung pengalaman wisata di Kota Sukabumi,” jelasnya.
Karena itu, PROSA dirancang terhubung dengan program Sukabumi City Tour melalui Sukabumi Tourism. PROSA menjadi pintu awal untuk mengenalkan destinasi, sedangkan City Tour menjadi bagian dari pengalaman wisata secara langsung.
Dengan konsep tersebut, promosi digital diharapkan tidak berhenti di layar ponsel, tetapi berlanjut menjadi kunjungan wisata yang berdampak pada pelaku UMKM, pengelola destinasi, dan masyarakat.
Keberhasilan masuk Top 30 KIJB 2026 juga menjadi pencapaian yang harus dipertanggungjawabkan melalui tahapan penilaian berikutnya. Kompetisi yang diselenggarakan BP2D Jawa Barat itu diikuti 1.039 proposal dengan 2.396 pengguna atau user, berdasarkan informasi yang diterima Ce Mulya dari penyelenggara.
Peserta Top 30 dijadwalkan mengikuti presentasi dan wawancara pada Kamis, 29 Oktober 2026 ini, untuk memperebutkan posisi Top 18. Tahap berikutnya dilanjutkan dengan verifikasi dan validasi lapangan sebelum penentuan inovasi terbaik.
Ce Mulya menyebut, capaian tersebut bukan keberhasilan individu semata. PROSA merupakan inovasi kelembagaan Pemerintah Kota Sukabumi yang dikembangkan melalui dukungan berbagai pihak.
“Saya berperan sebagai pengusul sekaligus inovator. Namun, keberhasilan PROSA tidak terlepas dari dukungan pimpinan daerah, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, Disporapar, mitra pariwisata, serta seluruh pihak yang terlibat,” ujarnya.

Ke depan, Ce Mulya berkomitmen memperkuat kualitas konten, memperluas kolaborasi, dan meningkatkan evaluasi berbasis data. Langkah tersebut diharapkan mampu membuat promosi pariwisata semakin terarah dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Baginya, masuk Top 30 KIJB 2026 bukanlah garis akhir.
Capaian ini justru menjadi dorongan untuk membawa PROSA berkembang lebih jauh, sekaligus memperkenalkan wajah pariwisata Sukabumi kepada khalayak yang lebih luas.
“Keberhasilan inovasi bukan hanya tentang penghargaan, tetapi bagaimana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Kami berharap Kota Sukabumi semakin dikenal, semakin banyak dikunjungi, dan semakin mampu menggerakkan ekonomi lokal,” pungkasnya.






