SUKABUMI – Kabar menggembirakan bagi dunia pendidikan dan olahraga di Sukabumi. Universitas Lingga Buana tengah mempersiapkan pembukaan Fakultas Olahraga yang dirancang menjadi pusat pendidikan dan pembinaan calon pelatih profesional dengan perpaduan ilmu akademik, pengalaman lapangan, dan perkembangan sport science.
Langkah tersebut menjadi peluang baru bagi lulusan SMA sederajat yang ingin menekuni dunia olahraga secara profesional. Tidak hanya berorientasi pada prestasi atlet, fakultas ini juga disiapkan untuk melahirkan sumber daya manusia yang kompeten dalam kepelatihan fisik, teknik, analisis performa, hingga aspek pendukung pembinaan atlet.
Pada Kamis (22/10/2026), tim yayasan melakukan peninjauan gedung yang tengah dibangun sekaligus menggelar diskusi untuk mematangkan persiapan fasilitas dan proses pembelajaran.
Kepala Jurusan, Kelana Sukma Anggun Djatnika, menjelaskan bahwa gagasan pendirian Fakultas Olahraga berawal dari rencana pembentukan sekolah menengah kejuruan (SMK) olahraga. Namun, setelah berdiskusi dengan salahsatu pengurus yayasan sekaligus mantan atlet nasional, Hikmat Nuristawan, gagasan tersebut berkembang menjadi pendidikan olahraga yang berkelanjutan hingga jenjang perguruan tinggi.
“Dari awal saya menyarankan kenapa tidak membuat sekolah olahraga saja, supaya nantinya linier. Ketika dikembangkan menjadi universitas atau fakultas, jalur pendidikannya sudah selaras,” ungkap Kelana.
Dari gagasan tersebut, proses persiapan administrasi, pengurusan perizinan, serta perekrutan tenaga pengajar mulai dilakukan. Kelana menyebutkan, calon dosen dipersiapkan sesuai standar pendidikan yang berlaku, termasuk kualifikasi minimal magister atau S2.
Universitas Lingga Buana kini tengah membangun gedung perkuliahan beserta fasilitas olahraga pendukung. Progres pembangunan diperkirakan telah mencapai sekitar 60 persen. Menurut Kelana, pembangunan ditargetkan rampung dalam kurang lebih enam bulan ke depan. Setelah fasilitas siap dan seluruh persyaratan terpenuhi, kegiatan perkuliahan diharapkan dapat segera dimulai.
Ke depan, pengembangan fasilitas juga diarahkan pada pembangunan gymnasium berukuran besar untuk mendukung kegiatan akademik, praktik kepelatihan, serta pembinaan olahraga.
“Fakultas olahraga ini nantinya akan difokuskan untuk pendidikan olahraga. Fasilitasnya akan terus dilengkapi agar mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik secara langsung,” jelasnya.
Pada tahap awal, program yang diprioritaskan adalah jurusan kepelatihan olahraga. Sementara itu, program Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) direncanakan menjadi bagian dari pengembangan berikutnya.
Salah satu keunggulan yang ingin dikembangkan adalah keterlibatan tenaga pengajar yang memiliki pengalaman panjang di dunia olahraga nasional. Kelana, yang saat ini menjadi pelatih fisik pelatnas tim bulutangkis Indonesia, menilai pendidikan kepelatihan harus menggabungkan penguasaan teori dengan keterampilan teknis di lapangan.
Menurutnya, calon pelatih harus memahami bagaimana menyusun program latihan, meningkatkan kondisi fisik atlet, mengembangkan teknik, serta mengevaluasi performa berdasarkan kebutuhan setiap cabang olahraga.
“Pelatih profesional tidak cukup hanya memahami teori. Mereka juga harus mengerti bagaimana menerapkannya di lapangan. Itu yang ingin kami optimalkan kepada mahasiswa agar setelah lulus mereka siap menjadi pelatih profesional,” ujarnya.
Dengan dukungan dosen yang memiliki pengalaman sekitar 15 hingga 20 tahun di bidangnya, mahasiswa diharapkan memperoleh pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan olahraga modern.
Lulusan nantinya tidak hanya diarahkan menjadi pelatih fisik atau pelatih teknik, tetapi juga berpeluang mengembangkan kompetensi di bidang analisis performa, pemulihan atlet atau recovery, nutrisi olahraga, hingga pelatihan mental.
Kelana melihat Sukabumi memiliki prospek menjanjikan sebagai lokasi pengembangan pendidikan olahraga. Selain memiliki banyak calon mahasiswa potensial, kondisi geografis dan alam Sukabumi dinilai mendukung pelaksanaan berbagai aktivitas latihan fisik.
Di sisi lain, kebutuhan tenaga profesional dalam ekosistem olahraga juga semakin berkembang. Sejumlah klub mulai memahami pentingnya dukungan pelatih fisik, ahli nutrisi, psikologi olahraga, dan tenaga pendukung lainnya untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet. Meski demikian, ia mengakui bahwa pemahaman dan dukungan anggaran untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendukung tersebut belum merata di seluruh cabang olahraga.
Karena itu, pendidikan tinggi olahraga diharapkan menjadi bagian dari solusi untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pembinaan prestasi.
“Ke depan, perkembangan sport science semakin besar. Pembinaan atlet tidak hanya membutuhkan pelatih teknik, tetapi juga pelatih fisik, nutrisi, pemulihan, dan aspek mental. Kita ingin menyiapkan manusia-manusia profesional di bidang tersebut,” katanya.
Untuk memperkuat kualitas pendidikan, Universitas Lingga Buana juga merencanakan kerja sama dengan mitra luar negeri. Kelana menyebut pihaknya telah berdiskusi dengan pihak dari Inggris serta menjajaki kolaborasi dengan perkumpulan pelatih fisik.
Selain itu, program kepelatihan direncanakan memiliki Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang terhubung dengan skema sertifikasi kompetensi di bawah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sesuai persyaratan yang berlaku.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan kompetensi dan membuka peluang mahasiswa memperoleh pengakuan profesional melalui sertifikasi yang relevan.
Materi perkuliahan pun dirancang mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari biomekanika, analisis olahraga, penyusunan program latihan, teknik kecabangan, nutrisi, hingga penerapan sport science dalam pembinaan atlet.

Sementara itu, sekretaris jurusan, Sabrina Ristawan menambahkan, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengantongi ijazah akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan dunia kerja olahraga.
Penerimaan Mahasiswa Baru Mulai Dibuka
Sebagai langkah awal, pihak pengelola menargetkan penerimaan sekitar 100 mahasiswa baru.
Jumlah tersebut berpotensi meningkat seiring perkembangan fasilitas, program studi, dan kebutuhan tenaga profesional di bidang olahraga.
“Pendaftaran mahasiswa baru mulai dibuka sambil menunggu penyelesaian pembangunan gedung perkuliahan dan fasilitas pendukung. Jadwal resmi perkuliahan akan mengikuti kesiapan sarana serta pemenuhan ketentuan akademik dan perizinan,” ujar Sabrina.
Sabrina berharap kehadiran Fakultas Olahraga Universitas Lingga Buana dapat menjadi pilihan baru bagi generasi muda Sukabumi yang ingin membangun karier di bidang olahraga.
“Prospek olahraga ke depan sangat bagus. Kami ingin mencetak tenaga profesional yang benar-benar memahami kebutuhan pembinaan atlet, baik dari sisi fisik, teknik, maupun ilmu pendukung lainnya,” pungkasnya.
Kehadiran program pendidikan olahraga ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem olahraga Sukabumi, membuka peluang karier bagi generasi muda, serta mendukung lahirnya pelatih-pelatih berkualitas yang mampu berkontribusi terhadap prestasi olahraga daerah maupun nasional.






