SUKABUMI – H. Gundar Kolyubi resmi terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Sukabumi periode 2025–2030 melalui Musyawarah Daerah (Musda) pada 25 Oktober 2026. Kepemimpinan baru ini langsung dihadapkan pada tantangan besar, mulai dari memperkuat soliditas kader hingga mendongkrak perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029.
Gundar menegaskan, jabatan ketua bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah untuk membesarkan partai melalui kerja nyata. Konsolidasi internal, penguatan kaderisasi, dan peningkatan militansi menjadi agenda utama kepengurusan baru.
Berbekal pengalaman panjang di organisasi, mulai dari memimpin Golkar tingkat kelurahan selama 10 tahun, tingkat kecamatan selama lima tahun, hingga menjadi pengurus DPD selama 10 tahun, Gundar menilai loyalitas kader menjadi kunci kekuatan partai.
“Kesetiaan terhadap organisasi harus tetap terpelihara, terutama ketika Golkar menghadapi persaingan dalam pemilihan legislatif maupun pemilihan kepala daerah,” tegasnya.
Gundar juga menyoroti kader yang masih berada di lingkungan Golkar, tetapi justru mendukung kelompok politik lawan saat kontestasi berlangsung. Menurutnya, sikap tersebut bertentangan dengan komitmen bersama untuk membesarkan partai.
“Sikap itu bertentangan dengan komitmen perjuangan membesarkan partai,” tandasnya.
Baginya, loyalitas tidak boleh hanya ditunjukkan ketika partai berada dalam posisi menang. Kader harus tetap menjaga komitmen organisasi, termasuk ketika menghadapi kekalahan dan persaingan politik.
Namun, tantangan kepemimpinan Gundar bukan hanya soal kedisiplinan internal. Golkar juga dituntut mampu mengubah kekuatan organisasi menjadi tambahan kursi legislatif dan dukungan nyata dari masyarakat.
Dalam menghadapi Pemilu 2029, Gundar juga menegaskan pentingnya meningkatkan perolehan kursi legislatif. Ia memasang target agar Golkar di Kota Sukabumi mampu kembali meraih sedikitnya enam kursi.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Daniel Mutaqien Syafiuddin, mengapresiasi pelaksanaan Musda Golkar Kota Sukabumi yang berlangsung kondusif.
Daniel menegaskan, konsolidasi harus segera dilakukan agar seluruh kader kembali berada dalam satu barisan. Perbedaan pilihan selama Musda, menurutnya, merupakan hal wajar dalam dinamika organisasi dan tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan.
Terkait pernyataan mengenai kader yang dianggap berkhianat, Daniel mempersilakan agar persoalan tersebut dikonfirmasi langsung kepada Gundar. Meski demikian, ia menekankan pentingnya merangkul seluruh kekuatan internal.
Menurut Daniel, seorang ketua tidak mungkin membesarkan partai hanya dengan mengandalkan kemampuan pribadi. Dukungan, kerja sama, dan keterlibatan seluruh kader menjadi modal utama untuk memperkuat organisasi.
Daniel juga menegaskan bahwa peningkatan perolehan kursi legislatif harus menjadi prioritas kepengurusan baru. Target tersebut membutuhkan strategi politik yang terukur, kaderisasi yang kuat, serta kerja nyata untuk memperluas dukungan masyarakat.
Dengan kepemimpinan periode 2025–2030, pekerjaan rumah Golkar dibawah Gundar Kolyubi kini semakin jelas: menyatukan kader, menegakkan komitmen organisasi, dan memperkuat mesin politik menuju Pemilu 2029.
Ujian sesungguhnya bagi Gundar bukan hanya menertibkan barisan, melainkan membuktikan bahwa soliditas internal mampu berbuah kemenangan dan penambahan kursi legislatif.








