SUKABUMI – Kreativitas anak usia dini kembali menunjukkan potensinya melalui dunia literasi. Sebanyak 59 murid TK Global Islamic Bilingual School (TK GIBS) ambil bagian dalam Karya Raya 2026 dengan menghasilkan karya buku anak. Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah buku karya Riza, yang berhasil terpilih sebagai satu dari 300 karya terbaik dari total 2.053 buku anak yang berpartisipasi.
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak usia dini tidak hanya mampu mengenal huruf dan belajar membaca, tetapi juga memiliki gagasan, imajinasi, serta kemampuan untuk menuangkan cerita melalui sebuah karya.
Partisipasi TK GIBS dalam Karya Raya 2026 sekaligus melanjutkan kiprah para murid pada tahun sebelumnya.
Pada Karya Raya 2025, karya anak-anak GIBS turut menjadi bagian dari perhelatan yang meraih Rekor MURI dalam kategori Pameran Buku Karya Anak Terbanyak.
Bagi TK GIBS, keterlibatan dalam ajang ini bukan sekadar kesempatan memamerkan hasil karya. Lebih dari itu, proses menciptakan buku menjadi ruang belajar bagi anak untuk mengembangkan kreativitas, melatih keberanian mengekspresikan ide, serta membangun kepercayaan diri sejak dini.
Ketua Yayasan Insan Cerdikia, Ita Sartika, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas keterlibatan murid-murid TK GIBS dalam Karya Raya selama dua tahun berturut-turut.
“Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi keterlibatan murid-murid GIBS dalam Karya Raya, baik pada tahun 2025 maupun 2026. Pada tahun 2025, murid-murid GIBS turut berkontribusi dalam penyelenggaraan Karya Raya yang meraih Rekor MURI untuk kategori Pameran Buku Karya Anak Terbanyak. Tahun ini, kami kembali memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menuangkan gagasan dan menunjukkan kreativitas mereka melalui karya buku,” ujar Ita.
Menurutnya, nilai utama dari pengalaman tersebut tidak hanya terletak pada pengakuan atau penghargaan yang diperoleh, tetapi juga pada proses anak belajar menyampaikan gagasan dan memahami bahwa setiap ide memiliki nilai.
“Bagi kami, yang paling bermakna bukan sekadar tampilnya karya anak, tetapi proses ketika mereka berani menuangkan ide, mengembangkan imajinasi, dan menyadari bahwa setiap gagasan mereka memiliki nilai,” katanya.
Terpilihnya karya Riza sebagai salah satu dari 300 karya terbaik Karya Raya 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar GIBS. Apresiasi tersebut diharapkan dapat memperkuat rasa percaya diri Riza sekaligus memotivasi murid lainnya untuk terus berani berkarya.
Ita menegaskan, literasi di lingkungan pendidikan tidak seharusnya berhenti pada kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga perlu menjadi sarana bagi anak untuk berpikir, berimajinasi, berkreasi, serta mengekspresikan diri.

“Sebagai lembaga pendidikan, kami ingin memastikan bahwa literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi ruang bagi anak untuk berpikir, berkreasi, dan mengekspresikan diri. Semoga partisipasi GIBS dalam Karya Raya terus memperkuat kecintaan anak terhadap literasi dan menjadi bagian dari pengalaman belajar yang bermakna,” tuturnya.
Melalui pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak, TK GIBS berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang memberi ruang bagi setiap murid untuk mengeksplorasi potensi dirinya. Perjalanan 59 murid dalam menghasilkan buku anak dan pencapaian Riza di Karya Raya 2026 menjadi salah satu gambaran bahwa budaya literasi dapat tumbuh melalui pengalaman kreatif yang menyenangkan sejak usia dini.
Tentang TK Global Islamic Bilingual School
TK Global Islamic Bilingual School merupakan lembaga pendidikan anak usia dini di bawah Yayasan Insan Cerdikia yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam, pendekatan bilingual, kreativitas, dan wawasan global.
Melalui pendekatan student-centered learning atau pembelajaran yang berpusat pada anak, GIBS berkomitmen mendampingi peserta didik agar tumbuh menjadi pembelajar yang memiliki rasa ingin tahu, percaya diri, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.













