SUKABUMI – Peringatan Hari Jadi ke-51 Perumda Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi menjadi momentum bagi jajaran perusahaan daerah air minum itu untuk kembali menguatkan nilai spiritual dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Harian Masjid Agung Kota Sukabumi, Aa Haji Totong Suparman, saat memberikan tausiah kepada para karyawan Perumda Tirta Bumi Wibawa dalam acara syukuran Hari Jadi ke-51 sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Jalan Bhayangkara, Jumat (29/8/2026).
Dalam tausiyahnya, Aa Haji Totong mengingatkan bahwa bekerja sejatinya tidak semata-mata untuk mendapatkan gaji. Lebih dari itu, pekerjaan dapat menjadi jalan ibadah apabila dijalankan dengan niat yang tulus karena Allah SWT.
“Kerja itu bukan mencari gaji saja, tetapi ibadah kepada Allah. Kalau mencari gaji tidak akan puas. Tetapi kalau ibadah kepada Allah, semakin banyak pekerjaannya, semakin capek, maka nilai ibadahnya semakin tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, kepuasan dalam bekerja tidak semestinya hanya diukur dari besarnya penghasilan maupun materi yang diperoleh. Kepuasan hakiki, kata dia, akan muncul ketika seseorang mampu mengembalikan setiap aktivitasnya kepada Allah SWT.
“Maka kalau ingin mencari kepuasan, kembalilah kepada Allah agar nilai-nilai kita, kerja kita akan memunculkan nilai keikhlasan. Kalau hanya mencari gaji, tidak akan ikhlas,” tuturnya.
Aa Haji Totong juga menekankan pentingnya membangun kerja sama yang baik di lingkungan perusahaan. Menurut dia, pelayanan yang maksimal tidak mungkin terwujud tanpa kekompakan seluruh unsur, mulai dari pimpinan hingga karyawan di tingkat bawah.
“Bagaimana kita sebagai karyawan bisa bekerja sama dengan seluruh komponen yang ada. Dari mulai atasan ke bawahan sampai dengan teman-teman harus bekerja sama dengan baik,” katanya.
Khusus kepada para karyawan Perumda Tirta Bumi Wibawa, Aa Haji Totong mengingatkan bahwa pekerjaan mereka memiliki nilai strategis sekaligus nilai sosial yang sangat besar.

Sebab, air merupakan salah satu kebutuhan pokok yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat.
“Sebagai karyawan di PDAM harus bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, karena air itu adalah kebutuhan pokok bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia bahkan mengaitkan pelayanan air dengan nilai sedekah dan kemanusiaan dalam ajaran Islam. Menurutnya, memberikan air kepada orang yang membutuhkan merupakan amal yang memiliki nilai luar biasa di hadapan Allah SWT.
Ia menuturkan kisah tentang seseorang yang memiliki banyak dosa, namun mendapatkan ampunan karena dengan ikhlas memberikan air kepada makhluk yang sedang membutuhkan.
“Orang itu bisa masuk surga gara-gara dia memberikan air. Padahal orang itu adalah ahli dosa. Tetapi karena dia ikhlas memberikan sesuatu yang sangat penting, sangat urgent, sangat dibutuhkan, maka Allah memberikan ruang yang luar biasa kepada yang memberikan air,” ungkapnya.
Pesan tersebut dinilai sangat relevan dengan tugas Perumda Tirta Bumi Wibawa. Sebagai perusahaan daerah yang bergerak dalam pelayanan air bersih, setiap tetes air yang sampai ke rumah pelanggan pada hakikatnya merupakan bagian dari amanah pelayanan kepada masyarakat.
“Di sini PDAM Tirta Bumi Wibawa adalah sumbernya air untuk menghidupi masyarakat Kota Sukabumi melalui pelayanan air kepada masing-masing rumah,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap momentum Hari Jadi ke-51 tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi titik refleksi bagi seluruh karyawan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Aa Haji Totong mendorong seluruh jajaran Perumda Tirta Bumi Wibawa agar terus memberikan pelayanan terbaik dan menghadirkan kepuasan bagi masyarakat sebagai pelanggan.
“Saya harapkan bisa memberikan pelayanan dan memberikan kepuasan kepada masyarakat sebagai pelanggan. Ini merupakan kewajiban sebagai perusahaan daerah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.













