SUKABUMI — Persoalan geng motor dan peredaran obat terlarang di Kota Sukabumi mendapat perhatian serius dari Komandan Kodim (Dandim) 0607 Kota Sukabumi, Letkol Infanteri Benny Syafri, S.H., M.H. Benny menegaskan, dua persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan karena dinilai telah meresahkan masyarakat dan berpotensi mengganggu keamanan serta kondusivitas wilayah.
Hal itu disampaikan Benny saat menggelar coffee morning bersama awak media di ruang pertemuan Kodim 0607 Kota Sukabumi, Jumat (28/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Benny secara terbuka meminta insan pers maupun warga untuk menyampaikan informasi maupun masukan terkait aktivitas geng motor dan dugaan peredaran obat terlarang yang ditemukan di lapangan.
“Beberapa masukan dari warga dan wartawan terkait geng motor dan obat terlarang sangat kami harapkan. Bisa disampaikan langsung maupun melalui WhatsApp,” ujar Benny.
Informasi yang diterima nantinya akan ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan jajaran Koramil, kepolisian, maupun instansi terkait lainnya.
Menurut Benny, sinergi antarlembaga menjadi penting karena persoalan keamanan di masyarakat tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja.
“Ini menjadi perhatian kami. Dua kasus tersebut sudah sangat meresahkan. Kami ingin menjaga kondusivitas Sukabumi agar tetap aman dan nyaman,” tegasnya.
Suasana pertemuan berlangsung santai dan penuh keakraban. Namun, pembahasan tetap diarahkan pada sejumlah persoalan strategis yang berkaitan dengan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Sukabumi.
Benny menilai media memiliki posisi penting dalam membantu menjaga situasi tetap kondusif. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat, menurutnya, harus edukatif, berimbang, dan tidak justru memperkeruh keadaan.
“Media memiliki peran penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Melalui komunikasi dan sinergi yang baik, kita bersama-sama dapat menjaga kondusivitas wilayah Sukabumi,” katanya.

Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diwujudkan melalui pertukaran informasi dan koordinasi yang cepat ketika ditemukan persoalan di tengah masyarakat.
“Dengan komunikasi yang terbuka, kami berharap berbagai potensi gangguan keamanan dapat diketahui lebih cepat dan dikoordinasikan dengan pihak berwenang untuk mendapatkan penanganan sesuai ketentuan,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa menjaga keamanan Sukabumi merupakan tanggung jawab bersama. TNI, kepolisian, pemerintah daerah, media, dan masyarakat dituntut bergerak bersama untuk memastikan Kota Sukabumi tetap aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga.












