SUKABUMI — Pekerjaan betonisasi Jalan Prana, Kota Sukabumi, belum dinyatakan rampung 100 persen. Pemerintah Kota Sukabumi memastikan sejumlah pekerjaan perbaikan dan penyempurnaan masih dilakukan untuk memenuhi standar kualitas konstruksi.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Sukabumi, Sony Hermanto, seusai mendampingi Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki meninjau kondisi Jalan Prana, Sabtu (22/8/2026).
Sony menegaskan, meski akses jalan sudah dapat difungsikan, pekerjaan di lapangan masih berstatus on progress.
“Untuk pekerjaan Jalan Prana masih ada beberapa progres, jadi belum 100 persen beres,” kata Sony.
Salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian berada pada subsegmen STA 125. Pada bagian tersebut ditemukan retak permukaan yang setelah diidentifikasi masuk kategori plastic shrinkage cracks.
Menurut Sony, retakan tersebut umumnya terjadi akibat faktor cuaca yang menyebabkan penguapan air pada beton berlangsung terlalu cepat sebelum proses pengerasan awal berlangsung sempurna.
Selain itu, bagian tersebut juga telah menerima beban lalu lintas.
“Tidak merusak inti beton secara keseluruhan, tetapi kami menetapkan standar mutu yang tinggi untuk kegiatan ini,” ujarnya.
Untuk memastikan kualitas pekerjaan tetap sesuai standar, penyedia jasa konstruksi sepakat membongkar bagian jalan yang mengalami retak dan melakukan pengecoran ulang menggunakan spesifikasi yang sama.
“Yang diperbaiki hanya sekitar lima meter,” jelas Sony.
Selain pengecoran ulang pada titik tersebut, Dinas PUTR masih menyelesaikan pekerjaan oprit atau pelandaian di empat titik, serta melakukan perapihan pekerjaan sekunder di sejumlah lokasi. Sony menegaskan, langkah perbaikan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran publik.
Pemkot Sukabumi, kata dia, tidak ingin pekerjaan hanya mengejar penyelesaian secara administratif, tetapi juga memastikan hasilnya aman dan memiliki daya tahan.
“Kami mengapresiasi tinggi kepedulian serta peran aktif masyarakat dan media yang turun mengawal transparansi kualitas pembangunan infrastruktur ini,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen agar setiap rupiah anggaran publik benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas.
“Kami berkomitmen bahwa anggaran publik harus berwujud infrastruktur kualitas terbaik, aman dan tahan lama,” tegasnya.
Sony juga meluruskan mengenai kegiatan peninjauan dan penggunaan Jalan Prana yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan merupakan seremoni peresmian jalan.
Jalan Prana saat ini difungsikan sebagai akses bagi masyarakat karena tingginya permintaan agar jalur tersebut segera dapat digunakan.
“Informasi, kegiatan tadi bukan peresmian, tetapi fungsional akses jalan. Banyak permintaan dari masyarakat untuk segera menggunakan akses jalan tersebut, dan kegiatan masih berlangsung atau on progress,” pungkasnya.
Dengan demikian, meski akses Jalan Prana sudah mulai dimanfaatkan masyarakat, sejumlah pekerjaan teknis masih terus dikebut hingga seluruh bagian memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.












