SUKABUMI – Peresmian Museum Keramik dan gedung baru Museum Prabu Siliwangi di Kota Sukabumi mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Sukabumi, Fetty Mulya, yang menilai kehadiran museum tersebut akan menjadi penguat sinergi antara sektor kebudayaan dan ekonomi.
Museum tersebut diresmikan pada Kamis (6/8/2026) oleh Direktur Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI. Acara juga dihadiri perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi Jawa Barat, Wakil Wali Kota Sukabumi, serta sejumlah tokoh budaya.
Fetty mengatakan, pengembangan museum dan cagar budaya merupakan potensi besar yang dapat mendorong kemajuan sektor pariwisata sekaligus memperkuat investasi di bidang ekonomi kreatif.
“Pembukaan museum baru ini patut diapresiasi karena menjadi langkah penting dalam merawat sejarah, budaya, dan kearifan lokal. Kehadiran museum tidak hanya menjaga warisan bangsa, tetapi juga menjadi pusat edukasi publik, ruang interaktif yang modern, serta destinasi wisata baru yang memperkuat identitas Kota Sukabumi,” ujarnya.

Menurutnya, museum memiliki peran strategis dalam melestarikan benda-benda bersejarah dan artefak agar tetap terjaga dari kerusakan maupun kepunahan. Di sisi lain, museum juga dapat menjadi sarana pembelajaran yang menarik bagi pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Fetty menambahkan, keberadaan museum juga akan memberikan dampak ekonomi melalui peningkatan kunjungan wisatawan. Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula peluang tumbuhnya sektor usaha seperti UMKM, kuliner, perhotelan, transportasi, hingga industri kreatif.
Ia juga mendorong pengelola museum untuk menghadirkan inovasi melalui pemanfaatan teknologi digital agar museum menjadi ruang publik yang lebih hidup, interaktif, dan mampu menarik minat generasi muda.
“Kami berharap museum ini menjadi ikon baru Kota Sukabumi yang tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian daerah melalui pariwisata dan ekonomi kreatif,” pungkasnya.













