WARTA SUKABUMI – Transformasi Institut menjadi Universitas Madani Nusantara (UMN) Sukabumi tidak berhenti pada perubahan nama. Kampus yang baru saja resmi beralih status ini langsung bergerak memperkuat kualitas pendidikan dengan membuka Program Studi (Prodi) Doktor (S3) Manajemen Pendidikan Islam (MPI), yang digadang-gadang menjadi program doktor pertama di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.
Langkah tersebut dilakukan setelah UMN menerima Surat Keputusan (SK) Nomor 59 Tahun 2026 tentang Perubahan Bentuk Institut menjadi Universitas Madani Nusantara. Perubahan status ini menjadi tonggak baru bagi pengembangan pendidikan tinggi di Sukabumi, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk melanjutkan studi hingga jenjang doktor tanpa harus meninggalkan daerah.
Rektor Universitas Madani Nusantara, Prof. Dr. H. Endin Nasrudin, M.Si., mengatakan, pembukaan Prodi S3 Manajemen Pendidikan Islam merupakan konsekuensi sekaligus bentuk komitmen kampus setelah resmi menyandang status universitas.
“Tujuan utama dibukanya Prodi S3 ini adalah meningkatkan sekaligus mendekatkan akses layanan pendidikan tinggi berkualitas, khususnya bagi masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi,” ujar Endin usai membuka kegiatan Ujian Akhir Semester (UAS) Genap Bersama.
Menurutnya, kehadiran program doktor tersebut diharapkan menjadi pilihan utama bagi para akademisi, guru, dosen, maupun praktisi pendidikan Islam yang ingin meningkatkan kompetensi tanpa harus menempuh pendidikan di luar daerah.
Endin menegaskan, Prodi S3 MPI UMN akan menjadi satu-satunya program doktor yang tersedia di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Ia berharap program ini mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas yang siap menghadapi tantangan global.
Ia menyebut sedikitnya ada tiga tujuan besar yang ingin diwujudkan melalui program tersebut. Pertama, menjadi pusat pencetak sumber daya manusia unggul yang memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional. Kedua, menjawab kebutuhan masyarakat Sukabumi akan pendidikan tinggi berkualitas yang semakin mudah diakses. Ketiga, meningkatkan kualitas dan kualifikasi para pemimpin lembaga pendidikan Islam, baik formal maupun nonformal.

Sementara itu, Pembantu Rektor III UMN, Dr. Dana Budiman, menilai perkembangan Universitas Madani Nusantara berlangsung sangat pesat. Menurutnya, aktivitas akademik maupun kemahasiswaan terus berkembang dengan beragam program yang melibatkan mahasiswa.
“Kami bersama Pak Rektor akan terus mengembangkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk menyiapkan fakultas-fakultas baru agar pelayanan pendidikan semakin lengkap sesuai kebutuhan masyarakat, seperti bidang kesehatan dan sektor strategis lainnya,” ujarnya.
Dana mengungkapkan, UMN juga telah memiliki Program Magister (S2) yang kini memasuki angkatan ke-17. Karena itu, pembukaan angkatan pertama Program Doktor S3 Manajemen Pendidikan Islam menjadi langkah lanjutan dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi di kampus tersebut.

Di sisi lain, Wakil Rektor I UMN, Dr. H. Dadang Syahroni, M.Pd., menjelaskan bahwa kampus juga tengah melaksanakan Ujian Akhir Semester Genap Bersama yang diikuti sebanyak 2.102 mahasiswa. Pada sesi pertama, sekitar 1.250 mahasiswa mengikuti ujian secara serentak.
Menurut Dadang, pelaksanaan ujian bersama tidak hanya bertujuan mengukur capaian pembelajaran mahasiswa, tetapi juga sebagai bentuk pengendalian mutu proses pendidikan yang rutin dilakukan setiap akhir semester.
“Melalui ujian bersama ini kami ingin memastikan kualitas pembelajaran berjalan sesuai standar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana menyamakan persepsi mengenai proses akademik di lingkungan Universitas Madani Nusantara,” katanya.
Ia menambahkan, pelaksanaan ujian serentak juga menjadi momentum bagi mahasiswa dari berbagai program studi untuk saling mengenal dan memperkuat rasa kebersamaan sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Madani Nusantara.
Dengan status baru sebagai universitas dan hadirnya Program Doktor S3 Manajemen Pendidikan Islam, UMN optimistis mampu menjadi salah satu pusat pengembangan pendidikan tinggi di Sukabumi. Harapannya, semakin banyak putra-putri daerah yang dapat menempuh pendidikan hingga jenjang tertinggi tanpa harus meninggalkan kampung halaman, sekaligus berkontribusi mencetak generasi pemimpin dan akademisi yang berkualitas.












