SUKABUMI – Di balik senyum ramahnya, tersimpan perjalanan panjang penuh kerja keras. Dialah Liebieta Putri Hamim, atau akrab disapa Libie, siswi kelas XI jurusan IPS SMA Negeri 3 (Smanti) Kota Sukabumi yang sukses menorehkan sederet prestasi sejak usia dini.
Gadis kelahiran Sukabumi, 7 Juli 2010 itu bukan hanya aktif di bidang akademik. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Libie telah mengoleksi belasan penghargaan dari berbagai bidang, mulai dari lomba mewarnai, dance, basket, drum, bahkan dinobatkan sebagai drumer wanita terbaik, hingga kini dipercaya menjadi anggota Paskibraka Kota Sukabumi 2026.
Di tengah kesibukannya mengikuti kegiatan Ruang Riung Road to Amplify Fest di salah satu kafe di Jalan Suryakencana, Minggu (19/7/2026), Libie membagikan kisah perjuangannya kepada redaksi Bumichannel.
Semua berawal dari ajakan seorang teman saat dirinya duduk di kelas IV SD.
“Waktu itu sebenarnya aku lagi enggak punya kegiatan. Terus teman ngajak main basket. Awalnya cuma coba-coba ikut event di Hatoy, ternyata aku merasa cocok. Dari situ akhirnya diterusin sampai sekarang,” ujarnya.
Basket menjadi olahraga yang membentuk karakter Libie. Namun, saat memasuki SMP, aktivitasnya sempat terhenti karena padatnya jadwal sekolah.
“Pas SMP jadwal sekolah sampai sore, jadi latihan basket agak susah. Praktis sempat off,” katanya.
Meski begitu, kecintaannya terhadap basket tak pernah hilang. Saat kelas IX, ia kembali aktif mengikuti turnamen di SMA Plus Pasim bersama teman-temannya. Hasilnya pun manis.
“Alhamdulillah waktu itu juara satu,” ungkapnya dengan senyum bangga.
Tak hanya olahraga, Libie juga menemukan dunia baru yang kini menjadi bagian dari hidupnya, yaitu musik. Semua berawal saat melihat seorang temannya memainkan drum.
“Aku lihat teman main drum seru banget. Akhirnya kelas VIII SMP mulai les drum,” tuturnya.

Bagi Libie, drum bukan sekadar alat musik.
“Drum itu sudah jadi bagian dari jati diri aku. Kalau lagi sedih, lagi emosi, biasanya aku melampiaskannya dengan main drum. Rasanya jadi lebih lega,” katanya.
Perjalanan prestasinya terus berlanjut. Berbekal pengalaman aktif di Pramuka sejak SMP hingga menjadi Pramuka Garuda, tingkatan tertinggi dalam kepramukaan, Libie mulai tertarik mengikuti seleksi Paskibraka.
Awalnya, ia hanya penasaran setelah mendengar sosialisasi dari kakak kelas mengenai rekrutmen Paskibraka Kota Sukabumi.
“Aku cuma ingin mencoba. Penasaran seperti apa prosesnya,” ujarnya.
Namun, proses yang harus dilalui ternyata tidak mudah. Mulai dari seleksi administrasi, Tes Wawasan Kebangsaan, Tes Intelegensi Umum, pemeriksaan kesehatan, tes kesamaptaan hingga wawancara dan pantukhir.
“Yang paling bikin deg-degan itu waktu wawancara sama pantukhir. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar,” katanya.

Kini Libie resmi menjadi anggota Paskibraka Kota Sukabumi Tahun 2026. Ia tengah menjalani tahapan pendidikan dan latihan sebelum memasuki masa karantina pada awal Agustus mendatang.
“Rasanya senang, bangga, dan bersyukur sekali bisa lolos menjadi anggota Paskibraka Kota Sukabumi,” ucapnya.
Di balik setiap pencapaian yang diraih, Libie mengaku selalu mendapat dukungan penuh dari keluarga, terutama sang ibu (Elsa), ASN di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukabumi.
“Bunda selalu support apa pun kegiatan aku. Waktu tahu aku lolos Paskibraka, beliau juga ikut senang dan bangga,” tuturnya.
Bagi Libie, prestasi bukan tentang siapa yang paling hebat, melainkan keberanian untuk terus mencoba hal-hal baru. Dari lapangan basket, ruang musik, hingga barisan Paskibraka, ia membuktikan bahwa ketekunan dan dukungan keluarga mampu mengantarkan seorang pelajar meraih mimpi.
Kisah Libie menjadi pengingat bahwa usia muda bukanlah batas untuk berkarya. Selama memiliki kemauan, disiplin, dan semangat belajar, setiap langkah kecil bisa menjadi awal dari prestasi yang lebih besar.












