SUKABUMI – Tepat setahun sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025, pasangan Kepala Daerah Kota Sukabumi, Ayep Zaki dan Bobby Maulana, kini memasuki satu tahun masa kepemimpinan. Memasuki tahun kedua pemerintahan, beragam tanggapan masyarakat bermunculan.
Evaluasi publik disampaikan secara langsung maupun melalui media sosial. Isu yang paling banyak disorot adalah persoalan infrastruktur, khususnya jalan rusak dan penataan kawasan pasar. Sorotan terhadap infrastruktur juga datang dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PKB, Agus Samsul, menyampaikan kritik melalui unggahan media sosialnya.
Ia mempertanyakan lambannya penanganan jalan rusak, terutama di Jalan Merbabu.
Dalam unggahannya, Agus menilai alasan cuaca serta keterbatasan anggaran tidak dapat terus dijadikan pembenaran. Ia mengungkapkan bahwa dalam dokumen APBD 2026 telah dialokasikan belanja pemeliharaan sebesar Rp2,6 miliar dan belanja modal jalan kota sebesar Rp12,6 miliar.
“Saya ini berada di Badan Anggaran. Dalam dokumen APBD 2026, ada alokasi belanja pemeliharaan sebesar Rp2,6 miliar dan belanja modal jalan kota sebesar Rp12,6 miliar. Pertanyaannya sederhana, kenapa ini tidak diprioritaskan?” tulisnya.
Pernyataan tersebut memicu diskusi publik terkait efektivitas pengelolaan anggaran daerah serta prioritas pembangunan di tahun kedua kepemimpinan Ayep–Bobby.
Di media sosial Facebook, akun Irfan Sukabumi mengunggah tangkapan layar pemberitaan berjudul “Warga Gunungpuyuh Kota Sukabumi Menanti Janji Perbaikan Jalan” disertai keterangan, “Kemana atuh para pemimpinnya. Janji-janji terus ah.”
Unggahan tersebut mendapat berbagai respons dari warganet. “Tagih terus, jangan diam,” tulis akun @muanwaroh_ilham di kolom komentar. Sementara akun lainnya menyinggung program bantuan di tingkat RT yang dinilai belum terasa dampaknya bagi masyarakat.
Diskursus yang berkembang menunjukkan bahwa isu infrastruktur menjadi perhatian luas dalam evaluasi satu tahun kepemimpinan. Selain jalan rusak, penataan kawasan pasar dan kebersihan lingkungan juga kerap menjadi bahan perbincangan publik.
Memasuki tahun kedua pemerintahan, tantangan bagi Ayep Zaki dan Bobby Maulana adalah menjawab ekspektasi publik, khususnya dalam percepatan pembangunan infrastruktur dan penataan kota secara menyeluruh.
Masyarakat berharap komitmen yang pernah disampaikan saat kampanye dan awal masa jabatan dapat terealisasi secara nyata dan merata. Tahun kedua ini dinilai menjadi momentum penting untuk menunjukkan efektivitas perencanaan, ketepatan prioritas anggaran, serta konsistensi dalam merealisasikan program pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan warga.














