SUKABUMI – Anggota Komisi III DPRD Kota Sukabumi, Danny Ramdhani, menyampaikan pandangannya terkait refleksi satu tahun kepemimpinan Wali Kota Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana.
Menurutnya, peringatan satu tahun masa kepemimpinan sebaiknya dilakukan secara sederhana, khidmat, dan merakyat, bukan dalam bentuk seremonial besar yang berpotensi mengaburkan esensi utama dari refleksi itu sendiri.
“Peringatan satu tahun kepemimpinan baiknya dilakukan dengan cara sederhana, khidmat dan merakyat saja. Hakikatnya adalah evaluasi dan melihat cermin diri atas apa saja yang sudah dilakukan dan dijalani, termasuk bagaimana menunaikan janji-janji politiknya,” ujarnya.
Danny menegaskan, refleksi bukanlah momentum untuk menunjukkan diri atau mencari validasi. Sebab, proses dan output pemerintahan selama satu tahun tetap menjadi sesuatu yang terbuka untuk diperdebatkan dan dikritisi secara konstruktif oleh publik.
Ia juga menyoroti pentingnya semangat efisiensi dalam tata kelola pemerintahan. Menurutnya, seremonial besar bisa jauh dari tema efisiensi, terlebih di tengah kebutuhan mendesak masyarakat terhadap perbaikan infrastruktur.
“Di saat kita masih membutuhkan perbaikan infrastruktur, termasuk jalan-jalan yang bergelombang dan berlubang, tentu anggaran harus lebih difokuskan ke hal-hal yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, ia menilai masih banyak warga Kota Sukabumi yang menghadapi kesulitan dalam akses sandang, pangan, dan papan. Oleh karena itu, momentum satu tahun kepemimpinan seharusnya diarahkan pada evaluasi nyata atas capaian dan kekurangan, bukan pada kegiatan seremonial yang bukan bagian dari agenda rutin ketatanegaraan.
“Di kota dan kabupaten lain pun tidak ada seremoni khusus untuk memperingati satu tahun kepemimpinan. Jadi sebaiknya kita kembali pada substansi,” tambahnya.
Danny Ramdhani menekankan bahwa refleksi satu tahun pemerintahan harus diisi dengan langkah konkret evaluasi dan introspeksi atas kinerja serta capaian yang telah diraih. Ia memaparkan tujuh hal penting yang perlu dilakukan, antara lain:
Evaluasi Program Kerja
Menilai apakah program kerja yang telah dijalankan sesuai dengan rencana dan target yang ditetapkan.
Identifikasi Kelebihan dan Kekurangan
Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaan program, serta mencari solusi atas berbagai kendala.
Peningkatan Transparansi
Meningkatkan transparansi dalam pengelolaan keuangan dan proses pengambilan keputusan.
Peningkatan Partisipasi Masyarakat
Mendorong keterlibatan masyarakat dalam perencanaan, pengawasan, dan pelaksanaan program kerja.
Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Memperbaiki kualitas layanan kesehatan, pendidikan, dan pelayanan dasar lainnya.
Penanganan Masalah Sosial
Menangani persoalan kemiskinan, pengangguran, serta berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat.
Peningkatan Akuntabilitas
Memperkuat akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program agar lebih tepat sasaran.
Ia berharap, melalui refleksi dan evaluasi yang jujur dan terbuka, satu tahun masa kepemimpinan Pemerintah Kota Sukabumi dapat menjadi pijakan untuk memperbaiki kinerja, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta menuntaskan janji-janji politik yang telah disampaikan saat kampanye.
“Semoga dengan refleksi ini, pemerintah daerah dapat semakin fokus bekerja untuk rakyat dan menjawab kebutuhan riil masyarakat Kota Sukabumi,” pungkasnya.














