SUKABUMI – Memasuki usia ke-15 tahun, Akademi Futsal Sukabumi (AFS) menggelar acara tasyakuran yang berlangsung di GOR Futsal Liverpool, Minggu (15/2/2026). Kegiatan ini menjadi momen refleksi perjalanan panjang AFS dalam membina dan mencetak pemain futsal muda di Kota Sukabumi.
Dalam kesempatan tersebut, salah satu orang tua siswa, Imas Siti Sofia, mengaku telah mempercayakan anaknya berlatih di AFS sejak 2015, setelah melakukan survei ke sejumlah klub futsal di Kota Sukabumi.
“Anak saya hobinya bola. Untuk menyalurkan hobi itu, saya survei beberapa klub futsal di Sukabumi. Tahun 2015 saya pertama kali menitipkan anak di AFS. Waktu itu yang menerima langsung Pak Asep, dan Alhamdulillah saya menemukan tempat yang tepat untuk memfasilitasi hobi anak,” ujarnya.
Menurut Imas, salah satu alasan utama memilih AFS adalah sosok pelatih yang dinilai memiliki pendekatan kebapaan, tegas namun tetap mengayomi.
“Pelatihnya itu kebapaan, bisa mengarahkan dan membimbing dari hati. Ada tegasnya, ada kerasnya, tapi anak-anak nyaman. Itu yang paling saya lihat pertama kali, personel pelatihnya,” ungkapnya.
Ia menilai manajemen AFS juga sudah tertata rapi dan profesional. Selain itu, ketika ada turnamen, pihak akademi dinilai sigap memfasilitasi kebutuhan para pemain.
“Kalau ada turnamen, Pak Asep bisa memfasilitasi dalam berbagai hal. Manajemennya sudah bagus dan tertata,” tambahnya.
Imas juga mengaku melihat perubahan besar pada perkembangan anaknya sejak bergabung di AFS. Ia menceritakan, saat awal bergabung, sang anak benar-benar memulai dari nol.
“Dulu anak saya tidak tahu mana kawan mana lawan. Betul-betul dari nol. Tapi setelah berlatih di sini, ikut turnamen dan kejuaraan, Alhamdulillah saat SMP pernah ikut kejuaraan tingkat nasional. Itu juga jadi salah satu tiket masuk SMA negeri lewat jalur prestasi,” jelasnya.

Menurutnya, pembinaan di AFS tidak hanya membentuk kemampuan teknik bermain, tetapi juga mental bertanding anak-anak agar tidak mudah gugup atau demam panggung.
Untuk harapan ke depan, Imas berharap kekompakan orang tua siswa terus terjaga dan anak-anak semakin semangat berlatih.
“Harapannya anak-anak lebih semangat lagi, motivasinya lebih tinggi, mentalnya juga lebih kuat,” katanya.
Meski menilai AFS sudah sangat baik, ia menyampaikan masukan agar ke depan pelatih bisa lebih tegas dalam mendisiplinkan anak-anak.
“Mungkin harus lebih tegas lagi, lebih di-press sedikit supaya anak-anak tidak manja dan tidak ngeyel. Tapi bukan berarti keras, hanya lebih disiplin saja,” ujarnya.
Terkait jadwal latihan, ia juga mendukung jika intensitas latihan ditambah, selama tetap mempertimbangkan kondisi anak yang juga memiliki kewajiban sekolah.
“Saya tidak keberatan kalau latihan ditambah seminggu dua kali. Yang penting bisa mengondisikan anak-anak karena mereka juga sekolah,” pungkasnya.
Perayaan HUT ke-15 ini menjadi bukti konsistensi AFS dalam membina generasi muda melalui olahraga futsal, sekaligus mempererat kebersamaan antara pelatih, siswa, dan orang tua dalam satu semangat pembinaan yang berkelanjutan.














