SUKABUMI – Akademi Futsal Sukabumi (AFS) menggelar tasyakuran dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15, yang berlangsung di GOR Futsal Liverpool, Minggu (15/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan panjang AFS dalam membina dan melahirkan talenta muda futsal di Kota Sukabumi. Pendiri AFS, Asep M Sofyan, menjelaskan bahwa awal berdirinya akademi ini pada 11 Februari 2011 lalu, semula bernama Junior Futsal School.
“Pertama dibentuk itu namanya Junior Futsal School. Kenapa dinamakan junior? Karena saat itu kami hanya membina anak-anak usia 8 tahun ke bawah. Tidak ada jenjang, hanya usia SD sampai 8-9 tahun. Setelah usia 10-11 tahun, kami lepas,” ujarnya.
Seiring berjalannya waktu, tepatnya sekitar 2017-2018, terjadi perubahan konsep dan nama menjadi Akademi Futsal Sukabumi. Perubahan tersebut dilakukan karena adanya kebutuhan pembinaan berjenjang.
“Ketika menjadi akademi, kita naik level. Ada kategori usia 10, 13, dan 16 tahun. Jadi bukan hanya usia dini saja. Itu juga karena desakan orang tua yang ingin anak-anaknya tetap punya jenjang sampai SMP dan SMA,” jelas Asep. Ia menambahkan, awal berdiri Junior Futsal School hanya memiliki sekitar 20 siswa.
Dalam proses pembinaan awal, Asep didampingi Dede Daniar. Setelah berkembang menjadi akademi, kepelatihan diperkuat oleh Coach Luki dan Coach Amsar. Untuk lokasi latihan, AFS membagi kategori usia. Usia 12 tahun ke bawah berlatih di GOR Futsal Liverpool, sementara usia 13-16 tahun sempat berlatih di Lapangan Garuda.
Dalam hal prestasi, Asep menegaskan bahwa AFS tidak secara khusus membentuk tim untuk mengejar gelar juara, melainkan fokus mencetak pemain berkualitas. “Kami di sini bukan membentuk tim juara, tapi menghasilkan pemain yang juara,” tegasnya.
Meski demikian, AFS pernah menorehkan prestasi di ajang Liga AAFI hingga menembus regional nasional di bawah arahan Coach Amsar. Hingga tahun 2026, tercatat lebih dari 100 lulusan telah dihasilkan akademi tersebut.

Asep juga mengakui tantangan dalam pembinaan, terutama ketika pemain memasuki usia 16 tahun. Banyak pemain yang harus berpencar karena fokus pendidikan di sekolah masing-masing. “Kalau usia dini tidak ada kesulitan berarti. Tantangan justru saat usia 16 tahun, karena mereka mulai fokus sekolah dan ada yang berpindah,” ungkapnya.
Ke depan, AFS berencana mengikuti lebih banyak kejuaraan, khususnya di tingkat Jawa Barat. Jika sumber daya manusia dan pemain mencukupi, AFS menargetkan untuk mengikutsertakan tim di kategori usia 10, 13, dan 15 tahun dalam berbagai kompetisi resmi. Melalui peringatan HUT ke-15 ini, AFS meneguhkan komitmennya untuk terus konsisten dalam membina generasi muda, sekaligus menjadi bagian penting dalam perkembangan futsal di Kota Sukabumi.














