SUKABUMI – Di era globalisasi yang terus berkembang seperti ini, bisnis properti di Sukabumi ternyata menjadi salah satu sektor yang mampu menarik minat banyak orang. Kota Sukabumi khususnya memiliki potensi keuntungan yang tinggi sekaligus stabilitas pasar yang relatif baik dalam bisnis properti.
Itulah mengapa, orang-orang tersebut menjadikan bisnis properti di Kota Sukabumi sebagai pilihan yang menjanjikan sebagai pendapatan utama. Keberadaan bisnis properti di Kota Sukabumi ternyata telah lama menjadi sorotan banyak orang di berbagai belahan dunia.
Jika berbicara tentang peluang bisnisnya, tentu saja, bisnis ini menawarkan potensi keuntungan yang tinggi dan stabilitas yang menarik bagi para pelaku bisnis. Namun, dibalik peluang yang menjanjikan, bisnis properti juga menantang dengan berbagai risiko dan perubahan pasar yang dinamis.
Hal itu menjadi daya tarik salah seorang pengusaha Kontruksi dan sumber daya manusia asal Jepang, Junichi Ito, yang sudah mengunjungi Kota Mochi sebanyak tujuh kali.
Junichi Ito pertama kali mengunjungi Sukabumi pada Oktober 2024, dia merasa tersentuh oleh kehangatan dan energi yang hanya bisa dia rasakan di kota itu. Bahkan berbagai pengalaman selama berada di Sukabumi dia abadikan melalui media sosial miliknya.
Melalui akun TikTok “SUKA-SUKA Ngomong Aja (スカスカ言っちゃいます), Junichi Ito berbagi berbagai hal tentang Sukabumi dan juga mendukung para pemuda Indonesia yang ingin bekerja di Jepang sebagai peserta magang.
“Saat ini saya sedang membangun proyek baru bernama “en-jin”, dengan tujuan menjadi jembatan yang menghubungkan hubungan “en” (ikatan/nasib baik) antara Indonesia dan Jepang,” kata Junichi ketika ditemui awak media di Balaikota Sukabumi, Kamis sore (25/9/25).
Ketika dia ditanya mengapa memilih Sukabumi sebagai daerah untuk berinvestasi di Indonesia, menurutnya Sukabumi bukan sekadar lokasi bisnis, tapi sudah seperti rumah kedua bagi Junichi. Yang paling membuat dia berkesan yakni senyuman warganya, budaya saling tolong menolong, dan semangat para pemudanya yang jujur dan tekun, selalu memberikan inspirasi besar bagi dia.
“Saya ingin menyampaikan keindahan Sukabumi ini kepada dunia. Itulah alasan saya memulai seri video TikTok “スカスカ言っちゃいます” (SUKA-SUKA Ngomong Aja) agar orang Jepang pun bisa mengenal pesona Sukabumi yang sesungguhnya,”ujarnya.
Selain ingin berbisnis di dunia properti, dia mengapresiasi semangat para pemuda Sukabumi yang belajar bahasa Jepang dan berusaha keras untuk mewujudkan impian bekerja di Jepang, membuat Junichi sangat menghormati dan mendukung mereka.
“Saya percaya bahwa mimpi bisa melampaui batas negara. Anak-anak muda di Sukabumi memiliki potensi yang luar biasa. Saya ingin ikut menciptakan masa depan di mana usaha mereka terbayar dan mereka bisa bersinar di dunia internasional. Itulah alasan utama saya terus kembali ke kota ini,” ungkapnya.
Untuk lebih menjalin kerjasama Indonesia dan Jepang, dia ingin membangun sekolah bahasa Jepang dan pusat pelatihan tenaga kerja di Sukabumi, agar gerakan “Dari Sukabumi untuk Dunia” bisa semakin berkembang.
“Selain itu, saya ingin memperluas kerja sama dalam bidang budaya, pendidikan, dan pariwisata sebagai jembatan antara Jepang dan Indonesia,” bebernya.
Dia berharap agar para pemuda Indonesia yang telah mendapatkan pengalaman di Jepang bisa kembali ke Sukabumi dan berkontribusi untuk membangun masa depan kota ini.
“Jika kita bisa menciptakan siklus seperti itu bersama, saya akan sangat bahagia,” katanya.
Junichi juga mengatakan tentang impiannya yakni mengubah “en” (ikatan) menjadi kekuatan nyata. Pertemuan dia dengan Sukabumi bukanlah kebetulan, melainkan takdir yang penuh makna. Tentang bisnis dunia properti dia berencana ingin membangun rumah tinggal dengan konsep rumah Jepang dan suasana di negeri Sakura dalam jangka dekat, dia juga akan mengundang para awak media hasil pembuangan rumah tersebut apakah nantinya banyak diminati oleh masyarakat untuk menjadi rumah hunian masa depan.
“Saya ingin terus membangun hubungan di mana kita bisa tertawa bersama, saling membantu, dan tumbuh bersama.
Terima kasih banyak, Sukabumi. Saya mencintai kota ini dari lubuk hati saya,” pungkasnya.












