SUKABUMI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di SMA Negeri 5 Kota Sukabumi berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari para siswa dan pihak sekolah. Kepala SMAN 5 Kota Sukabumi, Kohar Pradesa, mengungkapkan bahwa pelaksanaan program sejauh ini tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah pelaksanaan MBG di SMA Negeri 5 sampai hari ini berjalan lancar, sesuai dengan ketentuan yang telah di MoU kan bersama dengan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui dapur Resto Rinjani dan Badan Gizi Nasional, tidak ada kendala yang mengganjal sampai hari ini,” ungkap Kohar.
Kohar menyebut variasi menu MBG masih sangat bergantung pada kebijakan tenaga gizi di masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), bahkan sehari sebelumnya pihak sekolah diminta untuk menentukan variasi menu yang akan dikemas agar menu yang disajikan kepada siswa tidak bosan di konsumsi.
“Sampai hari ini menu bervariasi, pihak BGN bahkan meminta kepada kita menu pengganti, Alhamdulillah untuk menu itu tidak ada masalah,” kata Kohar.
Kohar berharap, program MBG dapat membantu siswanya mendapatkan asupan makanan bergizi untuk mendukung kesehatan dan perkembangan mereka.
“Sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus berkomunikasi agar menu menu yang disajikan dapat dinikmati dan siswa mendapatkan asupan gizi yang sesuai,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejak pertama kali di laksanakan, siswa sangat antusias menunggu giliran menerima makanan bergizi. Banyak dari mereka merasa gembira, terutama ketika melihat menu makanan yang setiap hari berbeda. Apalagi banyak dari siswanya yang tidak sempat sarapan hingga ada juga siswa yang tidak memiliki uang jajan.
“Dengan adanya MBG ini sekolah sangat terbantu, karena tidak sedikit anak-anak yang dirumahnya belum makan, atau karena mereka tidak punya uang jajan akhirnya mereka dengan adanya MBG ini sangat terbantu,” pungkasnya.
Tahun 2025 ini jumlah siswa SMAN 5 Kota Sukabumi penerima MBG berjumlah 1.420 orang. Tujuan utama dari program ini adalah memberikan asupan gizi yang baik, anak anak diharapkan tumbuh optimal, terhindar dari masalah malnutrisi, serta mencegah stunting yang hingga kini masih menjadi permasalahan serius di Indonesia.













