SUKABUMI – Dua anggota DPRD Kota Sukabumi mengkritik keras sikap penyelenggara acara hiburan yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Sukabumi yang tetap menggelar acara hiburan di Lapang Merdeka, pada Sabtu (30/08)di Lapang Merdeka Sukabumi.
Keduanya adalah Henry Slamet dari Fraksi Partai Demokrat dan Ahmad Farid dari Fraksi PKS. Menurut keduanya, penyelenggara acara tersebut sangat tidak peka terhadap situasi yang tengah terjadi di Indonesia, khususnya terkait dengan aksi unjuk rasa yang semakin memanas di beberapa daerah.
“Sebaiknya ada kepekaan dari penyelenggara acara untuk membatalkan kegiatan ini,” tegas Henry, Sabtu (30/08/25), saat memberikan pernyataan kepada media.
Kritik tersebut muncul setelah diketahui bahwa meskipun kondisi politik dan sosial di tanah air sedang memanas, dengan beberapa wilayah masih dilanda aksi protes besar-besaran, acara hiburan tetap digelar di Kota Sukabumi.
Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian puncak peringatan HUT RI ke-80 yang digelar Pemerintah Kota Sukabumi bersama salah satu stasiun televisi nasional.
Menurut Henry, sikap penyelenggara yang tetap melaksanakan acara hiburan di Lapang Merdeka, meskipun situasi sedang tidak kondusif, menunjukkan kurangnya empati terhadap kondisi yang terjadi di masyarakat. Ia menilai acara semacam ini bisa menambah ketegangan sosial yang tengah berkembang di beberapa titik Indonesia.
“Di beberapa daerah, seperti yang terjadi di Bekasi, Cimahi, banyak acara yang telah dibatalkan. Itu dilakukan sebagai bentuk empati terhadap korban dan untuk menjaga ketertiban sosial. Seharusnya, hal yang sama juga dipertimbangkan di Kota Sukabumi,” ujar Henry.
Sementara itu, Ahmad Farid mengungkapkan rasa kecewa dan penyesalannya terhadap sikap pemerintah daerah yang terkesan tidak sensitif terhadap situasi yang sedang terjadi.
“Kita ikut merasakan duka mendalam. Saat saudara-saudara kita sedang menangis, janganlah kita berpesta dan bersukacita,” ujar Farid dalam keterangannya.
Menurut Farid, tindakan tetap menggelar acara hiburan di Lapang Merdeka menunjukkan ketidakpekaan terhadap perasaan masyarakat, terutama mengingat saat ini gelombang aksi demonstrasi yang melibatkan masyarakat terus berlangsung di beberapa daerah. Bahkan, unjuk rasa tersebut berujung pada korban jiwa dan kerusakan infrastruktur publik.
Farid dengan tegas meminta agar Pemerintah Kota Sukabumi segera menghentikan acara hiburan musik tersebut.
“Stop atuh lah, tunda acara musik di Lapang Merdeka. Mari bersama tunjukkan empati, karena solidaritas kemanusiaan lebih mulia daripada kesenangan sesaat,” katanya dengan nada geram.
Sebagai anggota legislatif, Farid menegaskan bahwa seharusnya pemerintah daerah dan penyelenggara acara memiliki kepekaan terhadap situasi sosial yang berkembang di masyarakat.
Menurutnya, sebuah perayaan yang digelar di tengah ketegangan dan penderitaan masyarakat bisa dianggap tidak sensitif, dan justru bisa memperburuk keadaan.
“Saat ini bukan waktunya untuk berpesta. Keadaan negara kita sedang bergolak. Gelombang protes di berbagai daerah seharusnya menjadi bahan pertimbangan untuk menunda segala bentuk kegiatan yang tidak esensial,” pungkas Farid.













