SUKABUMI – Pembangunan kolam retensi di kawasan Terminal KH Ahmad Sanusi Kota Sukabumi, telah usai di kerjakan. Keberadaannya diharapkan bisa mengatasi permasalahan banjir, terutama wilayah yang berada disekitar Terminal yang sampai saat ini masih terus dilanda banjir apalagi curah hujan dengan intensitas tinggi. Kawasan Terminal yang menjadi daerah langganan banjir, terlebih saat ini Sukabumi mengalami curah hujan tinggi dan untuk kolam retensi sendiri sudah mulai berfungsi.
Seperti banjir yang terjadi pada Kamis, 6 Maret 2025, yang melanda wilayah RT 05 RW 01 Gedongpanjang dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Daerah tersebut belum sepenuhnya terbebas dari banjir. Sementara pembangunan kolam retensi yang dibiayai dari anggaran Pemerintah Provinsi Jabar dengan kedalaman mencapai 5 hingga 6 meter, diharapkan bisa berfungsi sebagai penampung volume air saat hujan deras.
Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, saat memantau 10 titik bencana banjir termasuk di daerah Pangkalan Sudajaya Hililir Baros serta meninjau langsung keberadaan kolam retensi di Terminal Tipe C Kota Sukabumi.
Masyarakat kata Bobby, menginginkan agar kolam retensi disedot terus agar tidak menyebabkan banjir. ”Kemudian tadi saya melihat beberapa wilayah yang ada sungai. Bukan sungainya yang bermasalah tetapi dari sungai yang tinggi menjadi dangkal,” jelasnya.
Bobby mengatakan, pemkot akan mencari solusinya dalam memperluas sungai untuk pertemuan aliran air diperlebar. Selain itu ada warga yang meminta alat penyedotan yang akan dikoordinasikan dengan lurah dan camat. ”Pemda akan mendengarkan aspirasi masyarakat untuk melakukan penyedotan kolam retensi. Salah satunya akan melakukan penyedotan secara rutin di kolam retensi jangan menunggu intensitas hujan tinggi,” ungkap Bobby. Intinya, menurut Bobby kolam retensi harus di sedot terus agar tidak meluap karena kolam itu fungsinya untuk mengatasi banjir.
Kolam retensi dirancang menggunakan sistem pengaturan debit air. Sehingga dan memungkinkan air dialirkan secara terkontrol, sehingga dapat mencegah meluapnya air ke pemukiman sekitar saat intensitas curah hujan meningkat.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Sukabumi Sony Hermanto, kolam retensi bisa menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir. “Jadi, kolam retensi berfungsi untuk menampung air saat curah hujan tinggi,” kata Sony ketika ditemui media disela-sela mengikuti pelantikan Pj Sekda Kota Sukabumi di Balai Kota Sukabumi pada Jumat (7/3/2025).
“Masih banyak pekerjaan rumah bagi pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi banjir yang potensinya meningkat,” lanjutnya. Pihaknya saat ini sedang mengevaluasi titik-titik rawan yang membutuhkan solusi bersama agar penanganan banjir semakin efektif.
“Kolam retensi akan maksimal ketika ketinggian permukaan air berada di titik nol, saat kemarin hujan permasalahanya berada di ketinggian air tidak berada di posisi nol kurang lebih di lima puluh persen,” jelas Sony. Ia menambahkan, jumlah kapasitas penampungan air di kolam retensi sebesar 8.600 meter kubik.
“Ke depan kami akan mencari solusi tambahan dengan membuang air dengan sistem pemompaan yang di buang ke saluran air. Sehingga ketika musim kemarau debit air kembali kepada titik nol dan siap kembali menampung air ketika musim hujan,” tambahnya.
Pihak Dinas PUTR sudah menghitung jumlah kapasitas debit air sebesar 8.600 liter/detik. “Dan untuk 600 liter air akan di alirkan secara gratifikasi atau secara alami sehingga idealnya berada di titik nol,” pungkasnya.












