SUKABUMI – Juju Juarnah (78) berhasil melakukan budidaya tanaman anggur Brazil dan menghasilkan puluhan juta hingga ratusan juta rupiah dalam satu panennya.
Wanita lansia asal warga Kampung Sinagar Papak Ranji, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi ini telah melakukan budidaya tanaman anggur sejak 8 tahun silam dengan dibantu oleh beberapa pegawainya. “Budidaya tanaman anggur Brazil ini telah berlangsung selama sekitar 8 tahun. Namun tanaman mulai banyak berbuah sekitar 5 tahun yang lalu,” kata Juju.
Adapun Luas tanah yang digunakan untuk menanam anggur Brazil ini mencapai 1.300 meter persegi dengan jumlah tanaman sebanyak 64 pohon dan 1.500 pohon bibit anggur Brazil. Tinggi pohonnya sendiri mencapai sekitar 4 meter.
Dalam setahun, Juju bisa mendapatkan 2 kali panen dan harga jual per kilogramnya mencapai Rp50 ribu. Hasil panennya dijual ke berbagai kota seperti Bandung, Cianjur, Bogor, Pakalongan, dan lainnya.
“Dalam satu panen, kami bisa menghasilkan lebih dari 1 kwintal. Bibit tanaman anggur Brazil yang saya dapatkan awalnya berasal dari daerah Cibinong,” bebernya.
Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandan mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat dan inovasi Juju yang berhasil menanam tanaman anggur brazil yang langka di wilayah Sukabumi.
“Budidaya tanaman anggur Brazil ini merupakan luar biasa dan menginspirasi. Tanaman anggur Brazil sendiri dikenal sebagai tanaman yang sulit untuk dibudidayakan, sehingga langkanya tanaman ini di Sukabumi sangat mengherankan,” jelasnya.












