SUKABUMI – Persoalan kesejahteraan masyarakat, ketepatan sasaran bantuan sosial, pembangunan infrastruktur lingkungan hingga penguatan ekonomi menjadi sejumlah isu yang disoroti dalam kegiatan reses anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PKS, Danny Ramdhani.
Kegiatan reses tersebut berlangsung di Babakan Jampang RW 11, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Sabtu (31/10/2026). Pertemuan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan sekaligus menitipkan aspirasi kepada wakil rakyat.
Danny menegaskan, reses bukan sekadar agenda formal atau rutinitas anggota legislatif, melainkan bagian dari tanggung jawab politik untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya.
Sebagai anggota DPRD yang mewakili Kecamatan Cikole dan Citamiang, ia menilai masih banyak persoalan masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pengawalan melalui kebijakan pemerintah daerah.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah ketepatan data kesejahteraan sosial. Menurutnya, jangan sampai masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru kehilangan hak mendapatkan bantuan akibat ketidakakuratan data desil maupun pendataan sosial.
“Jangan sampai ada warga yang benar-benar miskin tetapi tidak mendapatkan bantuan karena persoalan pendataan. Kita perlu mengawal akurasi data desil dan data kesejahteraan sosial agar bantuan tepat sasaran,” tegasnya.
Selain persoalan bantuan sosial, Danny juga menyoroti pemerataan pembangunan infrastruktur lingkungan. Kebutuhan jalan lingkungan, drainase, penerangan jalan, sanitasi hingga fasilitas umum dinilai harus menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah.
Ia mengingatkan, pembangunan Kota Sukabumi tidak boleh hanya berorientasi pada penataan jalan utama, tetapi harus menyentuh kebutuhan masyarakat hingga tingkat RW.
Di sektor ekonomi, Danny mendorong pemerintah daerah memperkuat dukungan terhadap pelaku UMKM, pedagang kecil, akses permodalan serta penciptaan peluang kerja bagi generasi muda.
Menurutnya, peningkatan keterampilan masyarakat melalui pelatihan kerja juga perlu diperhatikan agar warga memiliki daya saing dan mampu menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Sementara itu, persoalan sosial seperti kenakalan remaja, perundungan, pengaruh judi online dan ketahanan keluarga turut menjadi perhatian. Ia menilai pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari keberhasilan pembangunan fisik, tetapi juga harus memperhatikan kualitas pendidikan, karakter dan kehidupan sosial masyarakat.
Danny menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan menjadi bahan perjuangan dan pembahasan di DPRD sesuai kewenangan legislatif, kemampuan keuangan daerah serta mekanisme perencanaan pembangunan.
Ia pun mengingatkan bahwa masyarakat membutuhkan kepastian perhatian dan tindak lanjut, bukan sekadar janji politik yang disampaikan saat pertemuan.
“Saya tidak ingin memberikan janji yang berlebihan. Tetapi saya ingin memastikan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat mendapatkan perhatian dan tindak lanjut yang jelas,” ungkapnya.

Melalui kegiatan reses tersebut, Danny berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat terus terbangun. Sebab, aspirasi warga menjadi salah satu bahan penting dalam mengawal arah kebijakan dan menentukan prioritas pembangunan Kota Sukabumi.
“Ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya berapa banyak program yang dilaksanakan, tetapi seberapa besar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.




