TASIKMALAYA – Kontingen Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Sukabumi berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) PBSI Jawa Barat 2026. Pasangan ganda remaja campuran, Syailendra Wajad Al-Adli/Aulia Wafa Ramadhani, sukses mempersembahkan medali perunggu setelah melewati pertandingan penuh perjuangan.
Medali tersebut diraih di GOR Susi Susanti, Dadaha, Kota Tasikmalaya, Sabtu (24/10/2026), sekaligus menjadi bukti bahwa atlet muda Kota Sukabumi mampu bersaing di tengah ketatnya persaingan bulu tangkis tingkat Jawa Barat.
Langkah Syailendra/Aulia menuju podium tidak diraih dengan mudah. Pada babak semifinal, mereka harus berhadapan dengan pasangan Kabupaten Karawang, Rizko Firdaus/Mikhaya Audry Fidelya, dalam pertandingan sengit tiga set.
Meski telah mengerahkan kemampuan terbaik, pasangan Sukabumi akhirnya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 16-14, 6-15, dan 8-15. Hasil tersebut mengantarkan Syailendra/Aulia meraih medali perunggu.
Sebelum mencapai semifinal, perjuangan keduanya juga patut mendapat apresiasi. Pada babak perempat final, mereka tampil penuh determinasi dengan membalikkan keadaan saat menghadapi wakil Kabupaten Bandung Barat, Gustian Muhammad Ramdan/Naila Zahirah.
Sempat kehilangan set pertama dengan skor 14-16, Syailendra/Aulia bangkit dan merebut dua gim berikutnya dengan skor 15-6 dan 15-8. Kemenangan melalui laga comeback itu menjadi salah satu penampilan impresif yang mengantarkan mereka ke podium.

Ketua kontingen Kota Sukabumi, Rudi Afriyadi, mengaku bangga atas perjuangan dan keberhasilan para atletnya membawa pulang medali dari ajang bergengsi tersebut.
Menurutnya, raihan perunggu dari nomor ganda remaja campuran menjadi kejutan positif sekaligus bukti bahwa kerja keras dan semangat bertanding dapat menghasilkan prestasi di luar prediksi.
“Alhamdulillah, meski tidak kami prediksikan sebelumnya, mereka tampil luar biasa dan berhasil membawa nama baik Kota Sukabumi. Terima kasih atas kerja kerasnya dan teruslah berjuang,” ungkap Rudi.
Ia menjelaskan, sebelumnya tim pelatih menaruh harapan pada beberapa nomor, di antaranya tunggal remaja putri melalui Rizuki yang merupakan unggulan keempat, ganda remaja putra Syailendra/Rapika, serta ganda remaja campuran Rapika/Amira.
Namun, persaingan ketat menghadirkan hasil berbeda. Medali justru dipersembahkan oleh pasangan Syailendra/Aulia, yang mampu memaksimalkan peluang dan menunjukkan daya juang hingga menembus semifinal.
“Mungkin mereka belum rezekinya dan yang meraih medali di luar prediksi kita. Alhamdulillah,” tambahnya.

Kebanggaan serupa disampaikan Ketua PBSI Kota Sukabumi, Idhan Rusmaindarsah Dwisya. Ia mengapresiasi semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para atlet selama bertanding melawan pemain-pemain terbaik dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Idhan menegaskan, medali perunggu ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan modal berharga bagi para atlet untuk terus berkembang dan mengejar prestasi yang lebih tinggi.
“Terima kasih sudah berjuang maksimal. Jangan pernah berpuas diri, terus tingkatkan kemampuan latihan untuk melaju ke ajang yang lebih tinggi dan raih prestasi setinggi-tingginya,” tegas Idhan.
Kejurprov PBSI Jawa Barat 2026 berlangsung pada 19–24 Oktober 2026 dan diikuti 290 atlet dari berbagai kota dan kabupaten se-Jawa Barat. Kejuaraan ini menjadi ajang penting untuk menguji kemampuan, mental bertanding, serta kesiapan atlet menghadapi persaingan di level nasional.
Ketua PBSI Jawa Barat, Akhmad Wiyagus, menegaskan bahwa Kejurprov merupakan salah satu pintu menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Ajang ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat mengharumkan nama daerah, Jawa Barat, hingga Indonesia di kancah internasional.
Bagi PBSI Kota Sukabumi, medali perunggu Syailendra Wajad Al-Adli/Aulia Wafa Ramadhani menjadi catatan prestasi yang patut dibanggakan. Perjuangan mereka membuktikan bahwa keberanian, kerja keras, dan mental pantang menyerah merupakan modal penting untuk terus melangkah menuju podium yang lebih tinggi.







