SUKABUMI – Kelurahan Warudoyong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, sukses mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Melalui budidaya magot, peternakan bebek dan ayam, serta bank sampah, warga RW 1 mampu mengurangi sampah sekaligus membuka peluang ekonomi.
Berkat inovasi tersebut, Kelurahan Warudoyong berhasil meraih juara pertama pengelolaan sampah tingkat Kota Sukabumi.
Lurah Warudoyong, Nuke Nurulaini, mengatakan program yang berjalan hampir satu tahun ini mengolah sampah organik menjadi pakan ternak melalui budidaya magot. Sementara itu, sampah anorganik dikumpulkan dan dikelola melalui bank sampah.
Menurutnya, magot memiliki kandungan protein yang baik untuk pakan ternak sehingga membantu mempercepat pertumbuhan bebek dan ayam. Bahkan, jumlah bebek yang terus bertambah membuat pengelola mulai memperluas area peternakan.
Program ini dijalankan secara gotong royong dengan melibatkan pengurus RW, RT, Linmas, dan masyarakat setempat. Warga juga mendapat dukungan berupa lahan yang dipinjamkan secara gratis untuk kegiatan pengolahan sampah dan peternakan.
Ke depan, hasil peternakan direncanakan dapat dijual, mulai dari bebek hingga telur, sehingga memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat.
Tak hanya itu, Pemerintah Kota Sukabumi juga telah memberikan mesin pencacah plastik untuk meningkatkan nilai jual sampah anorganik. Saat ini, pengelola masih menyiapkan kebutuhan listrik dan penataan lokasi agar mesin bisa dioperasikan.
“Target kami pada 2027, sampah anorganik dari seluruh wilayah Kelurahan Warudoyong bisa masuk ke RW 1 untuk dikelola,” ujar Nuke, Rabu (21/10/2026).
Ia menjelaskan, penerapan pengelolaan sampah akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah. Edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan agar kebiasaan memilah sampah semakin meningkat.
Meski belum memiliki fasilitas pengolahan sampah terpadu atau TPS 3R, Warudoyong tetap berupaya mengembangkan program secara bertahap dengan mengandalkan potensi lingkungan dan semangat gotong royong.
Melalui inovasi ini, Kelurahan Warudoyong berharap semakin banyak warga terlibat dalam pengelolaan sampah, sehingga volume sampah yang dibuang ke TPA Cikundul berkurang dan manfaat ekonominya dapat dirasakan masyarakat.







