SUKABUMI – Dukungan terhadap pelaksanaan Musyawarah Kota (Mukota) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Sukabumi terus menguat. Sebanyak sembilan Anggota Luar Biasa (ALB) menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan Mukota sebagai langkah penting untuk memastikan roda organisasi dunia usaha berjalan sesuai aspirasi para pelaku usaha.
Dukungan tersebut menjadi penegasan bahwa Mukota bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum strategis untuk menentukan arah kepemimpinan Kadin Kota Sukabumi ke depan. Proses musyawarah diharapkan berlangsung transparan, demokratis, dan mampu mengakomodasi kepentingan seluruh anggota.
Dukungan sembilan ALB ini disampaikan langsung oleh H. Nurul Jaman Hadi atau Haji Aun, yang juga menjabat Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Sukabumi. Ia menegaskan, Mukota perlu menjadi ruang bersama bagi para pelaku usaha untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mendorong kemajuan ekonomi daerah.
Menurutnya, pelaksanaan Mukota harus mampu melahirkan kepemimpinan yang terbuka, merangkul seluruh potensi dunia usaha, serta memiliki komitmen kuat dalam memperjuangkan kepentingan pengusaha di Kota Sukabumi.
“Melalui Mukota yang transparan dan demokratis, kita berharap lahir kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh potensi sektor riil dan membawa Kadin menjadi organisasi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para pelaku usaha,” ujar Haji Aun, Sabtu (10/10/2026).
Menurut Haji Aun, sembilan ALB juga berharap Kadin Kota Sukabumi dapat berfungsi sebagai rumah besar bagi seluruh pelaku usaha, tanpa membedakan latar belakang maupun sektor bisnis. Kadin harus mampu menjadi wadah komunikasi, konsolidasi, dan perjuangan bersama untuk menciptakan iklim usaha yang sehat dan kondusif.
“Kadin diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi organisasi secara internal, tetapi juga mengambil peran nyata sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Sinergi tersebut dinilai penting untuk membuka peluang investasi, memperkuat sektor usaha, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan daya saing ekonomi Kota Sukabumi,” ungkapnya.
Dengan dukungan sembilan ALB tersebut, pelaksanaan Mukota segera memperoleh kejelasan dan menjadi titik awal penguatan organisasi. Kini, harapan para pelaku usaha tertuju pada proses musyawarah yang mengedepankan demokrasi, kebersamaan, dan kepentingan ekonomi daerah.
Mukota Kadin Kota Sukabumi nanti akan menjadi momentum pembenahan organisasi sekaligus langkah nyata untuk memastikan Kadin hadir sebagai representasi dan mitra perjuangan seluruh pelaku usaha.












