SUKABUMI — Berawal dari tabungan hasil bekerja sebagai pelaut, Syahril bersama istrinya memberanikan diri membuka usaha baru. Berlokasi di Kampung Cijabon, RT 19/RW 6, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Toko Gian Grosir dan Eceran resmi dibuka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.
Grand opening Toko Gian digelar Selasa sore dengan menghadirkan berbagai promo menarik bagi konsumen.
Di balik berdirinya toko tersebut, tersimpan perjalanan panjang Syahril dalam membangun usaha. Sebelum terjun ke bisnis sembako, ia dan sang istri sempat menjalankan usaha bata hingga konveksi.
Menurut Syahril, membangun usaha memang tidak selalu sulit pada tahap awal. Tantangan sebenarnya justru terletak pada bagaimana mempertahankan usaha agar terus berjalan.
“Namanya usaha itu kadang gampang untuk memulai, tapi untuk mempertahankan itu tidak gampang. Harus butuh konsistensi,” ujar Syahril usai grand opening Toko Gian.
Syahril mengaku, ide tersebut juga datang dari sang istri yang mendorongnya untuk memanfaatkan lahan yang tersedia menjadi tempat usaha.
“Kebetulan kita punya lahan dan lokasinya juga memungkinkan untuk membuka usaha toko. Kemudian muncul ide dari istri saya, bagaimana kalau kita buka toko,” katanya.
Latar belakang Syahril sebagai pelaut juga menjadi bagian penting dalam perjalanan usaha tersebut. Pendapatan yang diperoleh saat bekerja di kapal tidak langsung dihabiskan, melainkan disisihkan dan dikumpulkan sebagai modal usaha.
“Saya background-nya pelaut. Kalau sedang bekerja ada pendapatan, tapi kalau sedang libur ya begitu. Jadi uang yang didapatkan dari berlayar kita sisihkan, akhirnya dibuat usaha ini,” tuturnya.
Dengan modal tabungan yang dikumpulkan secara bertahap, Syahril akhirnya memilih memulai bisnis grosir dan eceran kebutuhan pokok.
Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Sembako dinilai memiliki pasar yang relatif dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
“Karena sembako itu kebanyakan masyarakat banyak yang membutuhkan. Yang penting kita jalan saja dulu. Soal keuntungan sedikit tidak masalah, yang penting lancar,” ungkapnya.
Konsep harga terjangkau juga menjadi salah satu strategi Toko Gian untuk menarik konsumen. Barang dagangan diperoleh langsung melalui supplier sehingga harga jual dapat ditekan agar tetap kompetitif.
Untuk memperkenalkan toko sekaligus memanjakan konsumen, Toko Gian menghadirkan sejumlah program promo dalam momentum grand opening.
Beberapa kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula pasir dan tepung terigu ditawarkan dengan diskon hingga 50 persen.
Tak hanya diskon, konsumen juga berkesempatan mendapatkan voucher belanja.
Program tersebut berlaku bagi konsumen yang melakukan transaksi minimal Rp100 ribu.
Total hadiah voucher yang disiapkan mencapai Rp1 juta.
“Selain memberikan harga promo, kami juga menyiapkan voucher belanja. Untuk pembelian di atas Rp100 ribu, ada kesempatan mendapatkan voucher dengan total hadiah Rp1 juta,” jelas Syahril.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berbelanja sekaligus mendapatkan keuntungan tambahan dari transaksi yang dilakukan.
Meski memiliki keinginan untuk mengembangkan usaha dan membuka cabang baru, Syahril memilih tidak terburu-buru.
Baginya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan Toko Gian dapat berjalan stabil, dikenal masyarakat, dan mampu memberikan pelayanan yang konsisten.
“Kalau membuka baru belum. Keinginan itu pasti ada. Insya Allah, kalau memungkinkan dan diberikan rezeki lagi, nanti kita akan buka lagi. Jadi toko ini kita usahakan berjalan lancar dulu,” katanya.

Kehadiran Toko Gian pun diharapkan tidak sekadar menjadi tempat belanja kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari geliat ekonomi masyarakat di wilayah Cicantayan.
Selain menghadirkan program promo dan voucher belanja, kegiatan tersebut juga menghadirkan sosok yang cukup dikenal masyarakat, yakni Ustadz Ray Shareza, mantan vokalis grup band Nineball yang kini aktif sebagai motivator hijrah.
Kehadiran Ustadz Ray Shareza menjadi warna tersendiri dalam pembukaan Toko Gian. Grand opening pun tidak hanya dikemas sebagai momentum komersial, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan kebersamaan bersama masyarakat.
Dari perjalanan Syahril, Toko Gian lahir dari sebuah proses sederhana: bekerja, menyisihkan penghasilan, memanfaatkan peluang, kemudian berani memulai.
Kini, toko grosir dan eceran itu menjadi langkah baru bagi Syahril dan keluarganya untuk membangun usaha yang diharapkan dapat tumbuh bersama masyarakat sekitar.












