SUKABUMI – Dunia olahraga Jawa Barat kembali menorehkan satu nama dalam lembar penghormatan. Alm. Drs. Mochammad Yonan Sufyarman, MM., dianugerahi gelar Pahlawan Olahraga Provinsi Jawa Barat oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat pada akhir Agustus 2026.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi panjang Yonan Sufyarman yang sepanjang hidupnya dicurahkan untuk kemajuan dunia olahraga, khususnya cabang panahan di Jawa Barat hingga tingkat nasional.
Penghargaan itu diberikan dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Jawa Barat di Gedung Paguyuban Pasundan, Minggu (30/9/2026). Penyerahan penghargaan diterima langsung oleh pihak keluarga. Momen tersebut menjadi semakin berarti karena Yonan telah berpulang pada Minggu, 9 Agustus 2026, di Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi.
Putra almarhum, Yoga Pratama, mengatakan penghargaan tersebut menjadi kenangan sekaligus pengakuan atas perjalanan panjang sang ayah dalam dunia olahraga.
“Hari ini, kami sekeluarga menerima sebuah penghargaan yang begitu berarti. Orang tua kami dianugerahi penghargaan Pahlawan Olahraga Provinsi Jawa Barat oleh Bapak Budiana selaku Ketua KONI Provinsi Jawa Barat, didampingi Ibu Ketua PERPANI Jabar Ineu Purwadewi Sundari, serta disaksikan jajaran Dispora Jabar dan KONI Pusat pada Rakerprov KONI Jabar,” kata Yoga, Selasa (1/9/2026).
Bagi keluarga, penghargaan tersebut bukan sekadar sebuah piagam atau gelar. Di baliknya terdapat perjalanan panjang seorang Yonan yang hampir seluruh hidupnya dihabiskan untuk olahraga.
Lahir di Sukabumi pada 20 Maret 1959, Yonan dikenal sebagai “Bapak Panahan Jawa Barat”. Ia juga pernah dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua Umum/Wakil Ketua II Pengprov Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI) Jawa Barat.
Yoga menuturkan, sang ayah mengabdikan diri di berbagai ruang olahraga, mulai dari olahraga rekreasi, olahraga prestasi, menjadi guru olahraga, dosen olahraga, menduduki jabatan struktural pada dinas olahraga, hingga aktif dalam berbagai organisasi dan komunitas keolahragaan.
“Beliau mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk olahraga. Bukan hanya di satu bidang, tetapi di berbagai ruang pengabdian,” ujarnya.

Bagi keluarga, olahraga bukan sekadar pekerjaan bagi Yonan. Olahraga telah menjadi bagian dari denyut kehidupannya.
Hampir setiap pekan, Yonan selalu berada di lapangan. Dari pagi hingga sore, berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya.
Dedikasi itu bahkan terus melekat hingga penghujung hidupnya.
Yoga mengungkapkan, salah satu jersey yang ingin dikenakan ayahnya adalah jersey PERPANI Jawa Barat atau panahan Jawa Barat.
“Dan di hari-hari terakhirnya pun, hal yang selalu beliau bicarakan tetap sama, yaitu dunia olahraga,” tutur Yoga.
Kini, lapangan olahraga mungkin tak lagi menjadi tempat Yonan berdiri. Namun, semangat yang ditinggalkannya tidak ikut pergi.
Bagi keluarga, sosok Yonan akan tetap hidup melalui nilai-nilai yang selama ini ia wariskan, yaitu dedikasi, pengabdian, kerja keras, dan kecintaan terhadap olahraga.
Penghargaan Pahlawan Olahraga Jawa Barat menjadi penanda bahwa perjalanan panjang tersebut tidak berlalu begitu saja. Ada jejak yang ditinggalkan dan akan terus dikenang oleh dunia olahraga Jawa Barat.
“Penghargaan ini bukan sekadar sebuah penghargaan. Ini adalah bukti bahwa perjalanan panjang dan pengabdian tulus beliau tidak pernah sia-sia,” pungkas Yoga.
Selamat jalan, Pahlawan Olahraga Jawa Barat. Terima kasih telah mengajarkan arti dedikasi, pengabdian, dan mencintai sesuatu dengan sepenuh hati.
Nama Yonan Sufyarman boleh terhenti dalam perjalanan kehidupan, tetapi semangat dan pengabdiannya akan terus hidup dalam setiap cerita dan perjalanan olahraga Kota Sukabumi dan di Jawa Barat.













