SUKABUMI — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kelurahan Citamiang, Kota Sukabumi, tak sekadar diisi pesta dan hiburan. Warga RW 01 dan RW 06 bersama komunitas Barudak Sisi Susukan (Basis) justru menjadikan momentum kemerdekaan sebagai tamparan keras terhadap persoalan sampah dan kondisi sungai.
Melalui kegiatan Mancing Mania dan Kobok Mania, warga diajak menikmati sungai sekaligus melihat langsung pentingnya menjaga kebersihan aliran air yang selama ini menjadi bagian dari lingkungan permukiman.
Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PDIP, Raden Koesoemo Hutaripto, menegaskan sungai tidak boleh lagi diperlakukan sebagai tempat pembuangan sampah. Menurutnya, kebiasaan menjadikan sungai sebagai “halaman belakang” harus dihentikan. Sebaliknya, sungai harus dipandang sebagai bagian depan lingkungan yang keberadaannya harus dirawat bersama.
“Jangan membuang sampah sembarangan dan tidak juga menjadikan sungai sebagai halaman belakang. Otomatis kalau menjadikan sungai sebagai halaman depan pasti akan kita jaga, akan kita bersihkan,” tegas Raden, Sabtu (22/8/2026).
Ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari edukasi masyarakat untuk membangun kesadaran bahwa kebersihan sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah.
“Pada hari ini kita berkumpul di RW 01 dan RW 06 Kelurahan Citamiang. Ada komunitas Barudak Sisi Susukan (Basis). Tentunya acara hari ini memperingati 17 Agustus 2026, di mana kita mengedukasi masyarakat supaya menjaga kebersihan sungai,” katanya.
Raden mengapresiasi kekompakan warga yang bahkan telah melakukan pembersihan sungai sebelum kegiatan berlangsung.
Namun, ia mengingatkan persoalan sungai tidak bisa diselesaikan hanya dengan membersihkan satu titik. Kondisi sungai harus ditangani secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Persoalan lain yang muncul adalah pendangkalan sungai. Aspirasi warga mengenai kebutuhan pengerukan akan disampaikan kepada dinas terkait.
Sebagai anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi yang memiliki keterkaitan dengan sektor sumber daya air, Raden menyatakan pihaknya akan mengecek kondisi serta pengelolaan sungai sekaligus melihat kemungkinan dukungan anggaran.
“Harapannya di tahun depan, karena kita juga sekarang lagi penyusunan RAPBD Murni 2027, harapannya itu bisa dimasukkan sebagai program prioritas,” ujarnya.
Menurut Raden, persoalan tersebut tak boleh dianggap sepele. Ketika curah hujan meningkat, sungai yang dipenuhi sampah dan mengalami pendangkalan berpotensi kehilangan kapasitas alirnya. Risikonya jelas air meluap dan permukiman warga menjadi korban.
“Kalau di sini banyak sampah, pendangkalan, tentu otomatis akan berdampak pada banjir kepada warga. Insya Allah kita akan notice kepada dinas terkait untuk hal ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Mancing Mania, Dedi Supriadi, mengatakan antusiasme warga RW 01 dan RW 06 cukup tinggi. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang ikut ambil bagian, termasuk Raden Koesoemo Hutaripto yang memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Dedi berharap kegiatan Mancing Mania dan Kobok Mania tidak berhenti sebagai agenda peringatan kemerdekaan tahun ini.
Ia bahkan mendorong kegiatan tersebut diperluas sehingga melibatkan seluruh wilayah Kelurahan Citamiang.
“Kepannya mudah-mudahan kalau sekarang ini RW 01 dan RW 06, mungkin untuk berikutnya bisa dilaksanakan se-Kelurahan Citamiang,” ungkapnya.












