SUKABUMI – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Daerah Pemilihan Jawa Barat 5, Kota/ Kabupaten Sukabumi, Dessy Susilawati, bersama warga di Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, menggelar kegiatan ‘Sapa Warga Berbasis Budaya’ salah satunya dengan menyaksikan kesenian asal Sukabumi yaitu wayang Sukuraga, Sabtu malam, (29/11/25).
Dessy mengaku baru pertama kali mengunjungi Kampung Sukuraga di Kelurahan Sukakarya, meskipun dengan pencipta Wayang Sukuraga yaitu Kang Fendi pernah bertemu dan berdiskusi tentang pelestarian seni dan budaya. Menurutnya, keberadaan Kampung Sukuraga memiliki potensi wisata budaya sangat besar jika di manage dengan baik, terutama dari sisi infrastruktur dan akses jalan menuju ke lokasi yang hingga saat ini sangat sulit dijangkau.
“Memang hari ini yang menjadi permasalahan Wayang Sukuraga adalah akses jalan yang ditempuh dari jalan depan ke lokasi Sukuraga, di mana jalan yang saya lalui adalah merupakan jalan kecil, tidak bisa menggunakan roda empat,” ujar Dessy.
Dessy menyebut, bahwa akses jalan itu bisa di upayakan dan disediakan, bahkan beberapa warga sekitar sudah mau menghibahkan tanahnya.
“Infonya warga sudah mau menghibahkan tanahnya tapi cuma yang depan sebagian dan posisi yang depan itu belum semuanya sehingga nanti saya mungkin akan bertemu dengan pemerintah kota Sukabumi, kepada Pak Wali Kota, untuk bekerjasama bagaimana caranya agar akses jalan menuju kampung Wayang Sukuraga ini bisa ditembus,” kata Dessy.
Menurut Dessy, jika akses jalan menuju Kampung Suku Raga sudah bisa dilalui kendaraan roda empat, maka Wayang Sukuraga milik Kota Sukabumi akan lebih dikenal luas.

Sementara pencipta Wayang Sukuraga, Kang Fendi, sangat mendukung dengan kegiatan ‘Sapa Warga Berbasis Budaya’ bersama anggota DPRD Provinsi Jawa Barat tersebut. “Sangat positif sekali, bahkan tadi kan bu Dessy akan mendorong bagaimana jika akses jalan menuju kesini dipercepat. Ini akan lebih banyak kebermanfaatannya untuk warga pada khususnya, umumnya untuk warga Sukabumi, lebih luas lagi untuk para calon wisatawan dari luar itu kan lebih tertarik lagi,” imbuh Fendi.
Kurang maksimalnya akses jalan menuju Kampug Sukuraga menurut Fendi sudah banyak disampaikan warga, sehingga keluhan ini sudah ia sampaikan juga ke pihak pemerintah Daerah Kota Sukabumi.
“Alhamdulillah sebetulnya pak Wakil Wali Kota (Bobby Maulana) sudah dua kali membicarakan ini. Dari Kepala Dinas PU juga, juga dari BAPPEDA. Tapi kita akan harus dorong lagi semuanya, mudah-mudahan ada jalan keluar,” pungkas Fendi.












