SUKABUMI – Cabang olahraga (Cabor) Rugby sudah menjadi industri yang cukup besar. Terlebih olahraga Rugby di Indonesia saat ini sudah cukup dan berkembang hingga 37 Provinsi. Hingga tahun ini Cabor Rugby sudah memiliki Pengurus Provinsi (Pengprov) dan pengurus di Kabupaten/ Kota, tinggal bagaimana menyelesaikan Pekerjaan Rumah (PR) ke depan agar pengurus Rugby sudah ada di 38 provinsi di Indonesia.
Hal itu dikatakan ketua Pengurus Besar Persatuan Rugby Union Indonesia (PB PRUI), Didik Mukrianto, usai membuka penyelenggaraan Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (BK Porprov) Jawa Barat yang dilaksanakan di Stadion Korpri, Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Minggu (30/11/25).
“Cabor Rugby sudah resmi menjadi olahraga yang dipertandingkan di PON, termasuk di tingkat regional baik South East Asia maupun Asian Rugby, tim Rugby kita juga sudah sangat luar biasa dan menjadi perhitungan tim lain di dalam kompetisi-kompetisi baik single event maupun multi event,” ujar Didik.
Menurut Didik, untuk lebih memasyarakatkan olahraga Rugby di Indonesia, pihaknya akan mengembangkannya dengan menggelar kompetisi usia dini dan menjadikan olahraga Rugby menjadi salah satu ekstakurikuler di sekolah.
“Kami ingin mengembangkan olahraga Rugby di usia dini dan remaja, karena kompetisi Rugby di usia remaja sangat kompetitif. Kita pun punya peluang besar di sana untuk bisa berkompetisi hingga tingkat Internasional. Hari ini teman-teman tingkat Pengprov, Pengkab, Pengkot bekerja keras untuk memastikan Rugby masuk sekolah,” harap Didik.
Didik menambahkan, dengan program ‘Rugby Goes to School’, pihaknya ingin melahirkan talenta-talenta baru, yang akan mengikuti kompetisi di tingkat Internasional, seperti kejuaraan di tingkat remaja dan usia dini atau Youth Olimpiade.
“Alhamdulillah ini semuanya dilakukan oleh teman-teman Pengkab, Pengkot yang disupport oleh Pengprov dan PB. Di setiap Provinsi geliat Rugby Goes to School sudah terus kita giatkan dan alhamdulillah ini dilakukan bukan hanya di Sekolah Dasar tapi Sekolah Menengah Pertama maupun Sekolah Menengah atas pun kita sudah lalukan, bahkan di Universitas pun sudah kita lakukan juga. Tidak sedikit Provinsi yang kemudian sudah melakukan Pekan Olahraga Pelajar dan Mahasiswa terus kita giatkan di sana,” pungkasnya.

Sementara itu ketua Pengda PRUI Provinsi Jawa Barat, Aceng Roni Syahbana menjelaskan, saat ini Rugby di Indonesia belum menjadi olahraga mapan seperti Sepakbola maupun Bola Voli atau Bola Basket, untuk itu ini adalah kesempatan bagi anak bangsa untuk menjadi atlet-atlet hebat di Rugby.
“Kami semuanya sedang bekerja keras dan saya yakin karena di negara lain yang Cabor Rugbynya sudah matang, olaharga Rugby sudah menjadi industri besar, lambat laun kami meyakini pengembangan Rugby selama ini grafiknya naik terus dan alhamdulillah di Jawa Barat ini cukup signifikan, insyaallah mudah-mudahan 5-10 tahun lagi kita tidak akan kalah dengan bola kaki,” kata Aceng optimis.

Ketua KONI Kabupten Sukabumi, Sirojudin, bersukur Kabupaten Sukabumi dipilih menjadi tuan rumah tiga Cabang Olahraga BK Porprov Jawabarat.
“Alhamdulillah oleh Pengprov dan KONI Jabar kami dipercaya menjadi tuan rumah. Selain Rugby, kemarin kita sukses menyelenggarakan BK Porprov Cabor Ju Jitsu dan sebentar lagi Cabor Tinju, mudah-mudahan kita bisa melaksanakannya dengan amanah dan kegiatan BK Porprov yang dilaksanakan di Kabupaten Sukabumi Insyaallah sukses,” ujar Sirojudin.













