SUKABUMI – Keterbatasan anggaran bukan alasan bagi tim hoki Kota Sukabumi untuk mengendurkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Dengan semangat kebersamaan, dukungan pengurus, orang tua atlet, serta kerja keras para pelatih, tim hoki tetap optimistis mampu bersaing dan meraih hasil lebih baik.
Sebanyak 36 atlet hoki outdoor, terdiri atas 18 atlet putra dan 18 atlet putri, kini menjalani pemusatan latihan atau training centre (TC) selama satu bulan. Persiapan tersebut dipusatkan di GOR Merdeka Kota Sukabumi, yang telah menjadi salah satu lokasi pembinaan hoki selama beberapa tahun terakhir.
Pelatih hoki Kota Sukabumi, Rega Armando, didampingi pelatih hoki putri Rustam Arifin, mengatakan pemilihan GOR Merdeka bukan tanpa alasan. Selain sudah terbiasa digunakan untuk pemusatan latihan, lokasi tersebut dinilai memiliki fasilitas yang cukup menunjang kebutuhan tim.
“Kalau kenapa di GOR Merdeka, biasanya kita memang sudah setiap tahun melakukan TC. Pertama kali pada 2018, kita latihan di Stadion Suryakecana. Kemudian pada 2022, TC dilakukan di dua tempat, yakni di sini dan di stadion,” ujar Rega saat ditemui di GOR Merdeka Kota Sukabumi, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, fasilitas dan kenyamanan memang menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi pemusatan latihan. Namun, kondisi anggaran yang tersedia membuat tim harus mampu beradaptasi dan memaksimalkan sarana yang ada.
“Sebenarnya kita ingin seperti di hotel atau tempat lain yang lebih nyaman, tetapi kita harus menyesuaikan dengan anggaran yang ada,” jelasnya.
Rega secara terbuka mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan dalam mempersiapkan atlet menuju ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Meski demikian, kondisi itu tidak boleh menghentikan program pembinaan maupun mematahkan semangat para atlet untuk berprestasi.
“Kalau melihat anggaran Kota Sukabumi, memang minim, semua orang juga tahu. Jadi, bagaimana caranya kita tetap berjalan. Kita tidak bisa sepenuhnya bergantung kepada pemerintah, walaupun kita juga tetap membutuhkan dukungan pemerintah,” tegasnya.
Di tengah keterbatasan, tim hoki Kota Sukabumi berupaya memenuhi kebutuhan pemusatan latihan melalui gotong royong. Dukungan pengurus, bantuan dari berbagai pihak, hingga kontribusi orang tua atlet menjadi bagian penting untuk memastikan program persiapan tetap berjalan.
Rega menyebut, setiap kebutuhan tim terlebih dahulu dikomunikasikan kepada Ketua Pengcab Hoki Kota Sukabumi, Indra Wiguna, agar dapat dipertimbangkan dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran.
“Kalau untuk keseharian, kita istilahkan hidup ini adalah patungan. Kita lapor dulu kepada ketua, apa yang dibutuhkan dan berapa anggarannya. Kalau sudah disetujui, kita jalankan,” ungkapnya.
Ia mengapresiasi dukungan yang diberikan pengurus dan orang tua atlet. Menurutnya, kebersamaan menjadi kekuatan tersendiri ketika tim harus menghadapi berbagai keterbatasan dalam menjalankan persiapan.
“Kalaupun ada kekurangan, kita saling menutupi. Alhamdulillah, orang tua atlet juga ada yang memberikan dukungan. Jadi, kita berusaha supaya persiapan tetap berjalan,” tambahnya.
Kendati demikian, semangat gotong royong tersebut bukan berarti dukungan pemerintah tidak lagi dibutuhkan. Rega berharap perhatian terhadap pembinaan olahraga tetap diberikan agar atlet daerah memiliki kesempatan berlatih secara optimal dan mampu mengharumkan nama Kota Sukabumi.
Selain meningkatkan kemampuan teknik dan fisik, pemusatan latihan selama satu bulan juga dimanfaatkan untuk membangun kekompakan serta komunikasi antarpemain. Bagi Rega, chemistry merupakan salah satu modal penting dalam olahraga beregu seperti hoki.
“Kenapa kita melakukan TC bersama seperti sekarang? Salah satu tujuannya supaya chemistry itu terbentuk dan komunikasinya berjalan,” katanya.
Ia ingin para atlet semakin terbuka dalam menyampaikan kendala, memberikan masukan, serta saling mengingatkan demi memperbaiki kekurangan tim. Kebiasaan berkomunikasi, baik di dalam maupun di luar lapangan, diharapkan mampu memperkuat kerja sama ketika menghadapi pertandingan.
“Kalau ada kekurangan A, B, C, mereka harus berani bicara. Ketika kita bersama-sama di lapangan maupun di luar lapangan, insyaallah chemistry itu bisa terbentuk dengan sendirinya,” tuturnya.
Rega juga mengapresiasi komunikasi yang terjalin antara atlet dan pelatih. Keterbukaan tersebut dinilai membantu proses evaluasi sekaligus menjaga suasana latihan tetap kondusif.

“Alhamdulillah, komunikasi anak-anak dengan pelatih selalu terjaga. Kalau ada sesuatu, mereka bisa langsung bilang kepada coach. Jadi, komunikasi berjalan baik dan anak-anak juga memahami apa yang harus dilakukan,” pungkasnya.
Tim hoki Kota Sukabumi dijadwalkan berlaga pada Porprov Jabar 2026 yang berlangsung pada 8–12 November 2026 di Stadion Depok. Selain 36 atlet putra dan putri, tim juga akan didampingi enam orang manajer dan ofisial.
Pada Porprov sebelumnya, tim hoki Kota Sukabumi berhasil meraih medali perunggu. Capaian tersebut menjadi modal sekaligus motivasi untuk kembali bersaing dan berupaya meningkatkan prestasi pada tahun ini.
Dengan waktu persiapan yang terus berjalan, tim hoki Kota Sukabumi bertekad memaksimalkan setiap sesi latihan. Keterbatasan anggaran memang menjadi tantangan, tetapi semangat atlet, soliditas tim, dan dukungan berbagai pihak diharapkan menjadi bekal untuk mengejar hasil terbaik.
Bagi tim hoki Kota Sukabumi, perjuangan menuju Porprov bukan sekadar soal fasilitas dan besarnya anggaran. Lebih dari itu, konsistensi pembinaan, kedisiplinan, kekompakan, serta kemauan untuk terus berjuang menjadi kunci agar target prestasi tetap dapat diperjuangkan.













