SUKABUMI — Tidak semua anak muda yang pernah terlibat dalam geng motor harus berakhir dengan stigma negatif. Di tangan Dadang Kuswandi, keberanian dan energi mereka justru diarahkan menjadi kekuatan untuk meraih prestasi.
Pendiri Rumah Inspirasi Alus Pisan (RIAP) tersebut memilih olahraga sebagai jalan untuk merangkul dan membina mantan anggota geng motor. Upayanya mengantarkan mereka dari jalanan menuju arena pertandingan, hingga mampu berprestasi sebagai atlet Mixed Martial Arts (MMA) dan Kickboxing.
Perjuangan itu mendapat apresiasi melalui IJTI Award 2026 yang diberikan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Sukabumi Raya. Penghargaan tersebut diberikan atas konsistensi Dadang dalam membangun pembinaan generasi muda sekaligus ikut menjaga kondusivitas Kota Sukabumi.
Malam penganugerahan berlangsung di Grand Inna Samudera Beach Hotel, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu malam (26/9/2026).
Melalui RIAP, Dadang tidak sekadar mengajarkan teknik bertanding. Ia berusaha membuka ruang baru bagi anak-anak muda untuk menemukan kembali kepercayaan diri, disiplin, serta kesempatan meraih masa depan melalui jalur olahraga.
Energi dan keberanian yang sebelumnya berpotensi digunakan untuk hal-hal negatif diarahkan menjadi semangat berlatih. Sejumlah binaan RIAP bahkan mampu mengharumkan nama Sukabumi dalam berbagai kejuaraan tingkat provinsi hingga nasional.
Bagi Dadang, penghargaan yang diterimanya bukanlah hasil kerja seorang diri. Ia menyebut keberhasilan tersebut lahir dari dukungan banyak pihak yang memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi muda.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan sebagai teladan inspirasi. Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, melainkan untuk seluruh masyarakat Kota Sukabumi,” ujar Dadang, Sabtu (26/9/2026).
Menurutnya, perubahan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kepedulian, kesempatan dan kemauan untuk merangkul anak-anak muda dapat menjadi awal dari perubahan yang lebih luas.
Dadang juga menilai peran tokoh masyarakat dan media sangat penting dalam menjaga lingkungan sosial sekaligus membangun daerah melalui informasi yang positif dan konstruktif.
“Bagi kami, keberadaan tokoh masyarakat dan media itu ibarat dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Kita membutuhkan media untuk mendapatkan informasi, dan media membutuhkan kita sebagai sumber perjalanan ke depan,” pungkasnya.













