SUKABUMI — Menunaikan ibadah umrah bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci. Bagi setiap Muslim, perjalanan itu adalah ikhtiar memenuhi panggilan Allah, sekaligus kesempatan mendekatkan diri dan memperbanyak doa di tempat-tempat penuh keberkahan.
Semangat tersebut kembali terasa dari Sukabumi. Sebanyak 42 jamaah umrah diberangkatkan PT Almaida Anugrah Wisata atau Almaida Tour & Travel menuju Tanah Suci pada 26 Agustus 2026, bertempat di Masjid Nurhidayah, samping kantor Pusat Almaida di jalan Lingkar Selatan, Babakan, Cisaat, Sukabumi.
Keberangkatan ini sekaligus menjadi cerminan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap Almaida Tour & Travel sebagai penyelenggara perjalanan ibadah umrah yang telah mengantongi izin resmi PPIU Nomor 23092400676440005.
Bagi Almaida, keberangkatan puluhan jamaah tersebut bukan hanya tentang perjalanan dari Sukabumi menuju Makkah dan Madinah. Lebih dari itu, setiap jamaah membawa harapan, doa, dan kerinduan untuk bisa beribadah dengan tenang di hadapan Ka’bah.
Kepercayaan jamaah itu sebelumnya juga terlihat dalam pelaksanaan Manasik Akbar yang diikuti ribuan jamaah. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembekalan agar para calon tamu Allah memahami rangkaian ibadah sekaligus mempersiapkan diri secara mental dan spiritual.
Direktur Utama PT Almaida Anugrah Wisata, H. Ahmad Sholehuddin Ridwanullah, atau yang akrab disapa Kang Wawan, mengatakan minat masyarakat untuk melaksanakan ibadah umrah bersama Almaida tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan.
Menurutnya, jamaah tidak hanya mendapatkan fasilitas perjalanan, tetapi juga kenyamanan selama menjalankan rangkaian ibadah. Dalam perjalanan kali ini, para jamaah mendapatkan layanan penerbangan business class serta kesempatan menginap di Thaif.
Namun, bagi Almaida, fasilitas bukan satu-satunya hal yang menjadi perhatian. Pendampingan dan kenyamanan spiritual jamaah juga menjadi bagian penting dalam perjalanan ibadah.
“Kami tidak membedakan pelayanan terhadap jamaah. Semua mendapatkan pelayanan prima, karena motto kami adalah Best Service is Our Priority. Pelayanan terbaik adalah prioritas kami,” ujar Wawan.
Para jamaah juga mendapatkan pendampingan dari pembimbing ruhani yang ramah dan mampu menyampaikan nilai-nilai ibadah dengan pendekatan yang mudah dipahami.
Bimbingan tersebut diberikan sejak persiapan manasik, keberangkatan, hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Dengan demikian, jamaah diharapkan tidak hanya mengetahui tata cara ibadah, tetapi juga mampu menghayati setiap rangkaian perjalanan spiritual yang dijalani.
Wawan menegaskan, Almaida Tour & Travel tidak ingin sekadar dikenal sebagai penyedia paket perjalanan umrah. Ia ingin setiap jamaah mendapatkan pengalaman spiritual yang aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan.
“Kami ingin setiap jamaah yang berangkat bersama Almaida benar-benar merasakan kemudahan dan ketenangan dalam menjalankan ibadahnya. Inilah yang terus kami jaga, karena kepercayaan masyarakat adalah amanah yang besar,” tuturnya.
Amanah itulah yang kini menjadi bagian penting dalam perjalanan Almaida. Sebab, di balik setiap keberangkatan jamaah, ada keluarga yang menitipkan harapan, ada doa yang dibawa menuju Tanah Suci, dan ada kerinduan untuk bisa menjadi tamu Allah.
Dengan pengalaman, pelayanan, serta komitmen pendampingan ibadah, Almaida Tour & Travel terus berupaya menjaga kepercayaan masyarakat Sukabumi.
“Sebab pada akhirnya, perjalanan umrah bukan hanya tentang seberapa jauh seseorang meninggalkan tanah kelahirannya. Tetapi tentang seberapa dekat hati seorang hamba kepada Allah setelah kembali dari Tanah Suci,” pungkasnya.













