SUKABUMI — Ujian kehidupan bukan selalu tanda bahwa Allah SWT sedang murka. Sebaliknya, ujian dapat menjadi jalan bagi seorang hamba untuk tumbuh, menjadi lebih kuat, dan semakin dekat kepada-Nya.
Pesan tersebut disampaikan Ustadz Handy Bonny saat mengisi pengajian rutin Majelis Ta’lim Al-Makfudziyah di Batik Geulis, Perumahan Selabumi Indah, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Minggu (23/8/2026).
Mengangkat tema “Berdamai dengan Ujian”, Ustadz Handy Bonny mengajak jamaah untuk mengubah cara pandang terhadap berbagai persoalan yang hadir dalam kehidupan.
Menurutnya, Allah SWT memiliki banyak cara untuk menempa hamba-Nya agar menjadi pribadi yang lebih berkualitas. Salah satunya melalui ujian.
“Kualitas seorang hamba akan terbentuk dari bagaimana ia menghadapi ujian. Seseorang menjadi ahli atau piawai dalam sesuatu karena telah melewati berbagai rintangan,” pesan Ustadz Handy dalam ceramahnya.
Ia menegaskan, tidak seharusnya setiap kesulitan dimaknai sebagai bentuk kebencian Tuhan. Justru, ujian dapat menjadi sarana Allah SWT untuk meningkatkan kualitas dan derajat seorang hamba.
Karena itu, jamaah diajak untuk tidak larut dalam keluh kesah ketika menghadapi persoalan. Kesabaran, keikhlasan, ikhtiar, dan keyakinan kepada pertolongan Allah menjadi bekal penting dalam melewati setiap ujian kehidupan.
“Ujian bukan tanda Allah membenci kita. Bisa jadi, melalui ujian itulah Allah sedang menaikkan derajat kita,” ujarnya.
Pengajian rutin tersebut juga menjadi momentum memperkuat ukhuwah dan silaturahmi antarjamaah. Pimpinan Majelis Ta’lim Al-Makfudziyah, Hj. Elis Sugiarti, S.Ag., SE., MM., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar untuk terus menghidupkan majelis ilmu di tengah masyarakat.
Menurut Elis, jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari Majelis Ta’lim Al-Makfudziyah. Pengajian juga diikuti anggota Ladies Jeep dan Majelis Sehati, yang seluruhnya berada dalam kepemimpinannya.
Ia mengaku bersyukur melihat istiqomah para jamaah dalam mengikuti pengajian dan menjaga tali silaturahmi.
“Alhamdulillah, para jamaah terus istiqomah. Pengajian ini bukan hanya menjadi tempat menambah ilmu agama, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan saling menguatkan,” kata Elis.
Ia berharap kegiatan pengajian rutin tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Semoga kegiatan ini terus berkembang, semakin banyak memberikan manfaat, serta menjadi jalan hadirnya keberkahan bagi masyarakat Sukabumi dan sekitarnya,” ujarnya.
Di tengah berbagai ujian kehidupan, Elis mengingatkan bahwa setiap kesulitan memiliki hikmah. “Sebab bagi seorang yang beriman, tidak ada ujian yang sia-sia ketika dihadapi dengan sabar, ikhlas, dan tetap menggantungkan harapan hanya kepada Allah SWT,” pungkasnya.













