SUKABUMI — Kepedulian terhadap kesehatan perempuan menjadi perhatian Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI)-PINTI Sukabumi dalam memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Melalui Gebyar Aksi Sosial INTI-PINTI 2026, masyarakat mendapat akses pemeriksaan kanker serviks secara gratis. Pemeriksaan meliputi Pap Smear, HPV DNA, dan IVA Test, disertai seminar untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya deteksi dini.
Ketua Panitia Gebyar Aksi Sosial INTI-PINTI 2026, dr. Lilih Lesmana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya memperluas akses pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat, khususnya perempuan.
“Hari ini kami mengadakan pemeriksaan dan seminar tentang kanker serviks. Pemeriksaannya meliputi Pap Smear, HPV DNA, dan IVA Test. Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dan Prodia,” ujar Lilih.
Menurut Lilih, pemeriksaan kanker serviks secara mandiri membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, kegiatan sosial tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pemeriksaan secara cuma-cuma.
“Kalau membayar memang biayanya cukup besar. Tetapi hari ini semuanya gratis karena ini kegiatan sosial dan juga didukung program dari Dinas Kesehatan,” katanya.

Antusiasme masyarakat cukup tinggi. Panitia yang semula menyiapkan kuota sekitar 100 peserta akhirnya memberikan pemeriksaan kepada sekitar 150 orang.
Lilih menilai tingginya partisipasi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap layanan pemeriksaan sekaligus edukasi kesehatan masih besar. Sebab, masih ada perempuan yang merasa takut, malu, atau ragu menjalani pemeriksaan kanker serviks.
Karena itu, pemeriksaan sengaja dipadukan dengan seminar. Masyarakat tidak hanya mendapatkan layanan kesehatan, tetapi juga pemahaman mengenai risiko kanker serviks dan pentingnya melakukan deteksi sejak dini.
Hasil pemeriksaan selanjutnya dikoordinasikan bersama puskesmas. Peserta dapat memperoleh informasi mengenai hasil pemeriksaan melalui mekanisme yang telah disiapkan panitia bersama pihak kesehatan.

Kegiatan sosial INTI-PINTI tidak berhenti pada pemeriksaan kanker serviks. Rangkaian kegiatan juga mencakup donor darah, pemeriksaan kesehatan, serta pengobatan gratis.
Pelaksanaannya melibatkan sejumlah organisasi dan lembaga kesehatan, di antaranya Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Palang Merah Indonesia (PMI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), serta pihak terkait lainnya.
Lilih berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial dalam memperingati HUT RI.
Menurutnya, kegiatan sosial harus mampu memberikan manfaat langsung dan mendorong masyarakat lebih berani memeriksakan kondisi kesehatannya.
“Kami berharap setelah mendapatkan edukasi melalui seminar, perempuan yang sebelumnya masih ragu atau takut bisa lebih yakin untuk melakukan pemeriksaan. Deteksi dini sangat penting,” ujarnya.

Melalui Gebyar Aksi Sosial 2026, INTI-PINTI Sukabumi menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui aksi nyata: membuka akses layanan kesehatan, memperkuat edukasi, dan mendorong budaya saling membantu di tengah masyarakat.












