SUKABUMI – Gelombang kepedulian untuk warga Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, yang menjadi korban kebakaran terus mengalir. Di tengah upaya warga bangkit dari musibah, pengurus Hijabers Moms Community (HMC) Sukabumi hadir membawa bantuan sekaligus dukungan moril, Sabtu (1/8/2026).
Rombongan HMC datang langsung ke lokasi bencana dengan membawa berbagai perlengkapan pertanian, seperti cangkul, parang, dan golok, serta bantuan uang hasil donasi dari anggota HMC. Seluruh bantuan diserahkan kepada Ketua Adat Kasepuhan Ciptamulya, Abah Hendrik, untuk kemudian disalurkan kepada warga terdampak kebakaran yang terjadi pada 25 Juli 2026 lalu.
Ketua HMC Sukabumi, Mom Aat Sudiah, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan rasa kebersamaan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
“Kami menyalurkan alat-alat pertanian seperti golok, parang, dan cangkul, serta uang kadeudeuh dari anggota HMC. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan membantu masyarakat untuk kembali menjalani aktivitasnya,” ujar Mom Aat.
Menurutnya, bantuan alat pertanian dipilih karena sebagian besar warga menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Ia berharap perlengkapan tersebut dapat membantu masyarakat kembali bekerja sekaligus menjadi penyemangat untuk bangkit setelah kehilangan rumah dan harta benda.
“Semoga masyarakat Ciptamulya diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini. Insyaallah akan ada jalan terbaik, sehingga warga bisa kembali bertani dan menjalani kehidupan seperti semula,” katanya.

Ketua Dewan Penasehat HMC Sukabumi, Ustadzah Ari Ruspitasari, yang turut mendampingi rombongan, menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menghanguskan puluhan rumah, leuit, dan bangunan adat di Kampung Adat Ciptamulya.
“Kami menghaturkan keprihatinan yang mendalam atas musibah ini. Semoga seluruh korban diberikan ketabahan, kekuatan, dan kemudahan untuk bangkit kembali,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di musim kemarau yang rawan memicu terjadinya kebakaran.
Usai menyerahkan bantuan, rombongan HMC meninjau langsung kondisi para penyintas di lokasi pengungsian. Mereka menyambangi tenda-tenda yang kini menjadi tempat tinggal sementara warga, sekaligus melihat aktivitas dapur umum yang masih melayani kebutuhan makanan para korban selama masa tanggap darurat.
Bagi para pengurus HMC, kunjungan itu bukan sekadar menyerahkan bantuan. Kehadiran mereka menjadi pesan bahwa warga Kampung Adat Ciptamulya tidak menghadapi musibah ini sendirian. Di tengah duka yang masih menyelimuti, kepedulian dan gotong royong menjadi harapan yang terus menguatkan langkah masyarakat untuk bangkit kembali.












