SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Bogor memperkuat pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal. Upaya ini dilakukan karena rokok tanpa pita cukai maupun dengan pita cukai tidak sesuai aturan masih banyak beredar.
Sebagai langkah pencegahan, Pemkot Sukabumi dan Bea Cukai menggelar sosialisasi pengenalan rokok ilegal kepada masyarakat dan pelaku usaha di salah satu hotel di Jalan Bhayangkara, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini juga akan berlangsung selama tiga hari di tujuh kecamatan.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengatakan kepatuhan terhadap aturan cukai sangat penting karena penerimaan dari cukai rokok turut mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, dana bagi hasil cukai hasil tembakau yang diterima Kota Sukabumi mencapai sekitar Rp8 miliar setiap tahun dan digunakan untuk membiayai infrastruktur, pelayanan publik, serta berbagai program pemerintah.
Sementara itu, Kepala KPPBC TMP A Bogor, Chotibul Umam, mengungkapkan hingga pertengahan 2026 pihaknya telah mengamankan sekitar 7,5 juta batang rokok ilegal di wilayah kerjanya. Di Kota Sukabumi sendiri, puluhan ribu batang rokok ilegal berhasil disita, sebagian besar ditemukan di warung-warung kecil.
Chotibul menjelaskan, para pelaku kini mengubah cara distribusi dengan mengirim paket-paket kecil melalui jasa ekspedisi untuk menghindari penyitaan. Karena itu, pengawasan terhadap perusahaan jasa titipan juga semakin diperketat.
Ia menambahkan, meningkatnya peredaran rokok ilegal dipicu melemahnya daya beli masyarakat. Harga rokok ilegal yang jauh lebih murah, sekitar Rp10 ribu per bungkus, membuat permintaannya terus meningkat. Kondisi ini dinilai dapat mengurangi penerimaan negara sekaligus mengancam keberlangsungan industri rokok legal.
Kepala Bidang Ketenteraman, Ketertiban, dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kota Sukabumi, Firman Taufik, mengatakan sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ciri-ciri rokok ilegal serta pentingnya mematuhi ketentuan cukai.













