SUKABUMI – Anggota Komisi III DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PKS, Danny Ramdhani, menilai hearing Forum RT/RW se-Kota Sukabumi bersama DPRD Kota Sukabumi, Rabu (20/5/26) menjadi momentum penting untuk memperjuangkan kembali program P2RW yang hingga kini belum masuk dalam penganggaran APBD 2026.
Audiensi yang digelar di Ruang Utama DPRD Kota Sukabumi tersebut dihadiri ratusan perwakilan RT dan RW dari berbagai wilayah. Mereka meminta agar Program Pembangunan Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW) kembali diadakan karena dinilai sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menurut Danny, harapan para ketua RW dan RT se-Kota Sukabumi sangat jelas, yakni agar program pembangunan berbasis kewilayahan tersebut kembali berjalan, terutama untuk mendukung pembangunan infrastruktur lingkungan, pemberdayaan UMKM, kegiatan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat di tingkat RW.
“Harapan dari para RW se-Kota Sukabumi adalah program P2RW, yaitu program pembangunan di tingkat RW, masuk ke gang-gang, baik untuk infrastruktur, UMKM, pemberdayaan masyarakat, kegiatan sosial, dan sebagainya, ingin diadakan lagi,” ujarnya.
Danny menjelaskan, apabila program tersebut kembali dimunculkan dalam anggaran perubahan, maka kebutuhan anggaran yang diperlukan diperkirakan mencapai Rp8,9 miliar. Perhitungan itu berdasarkan alokasi sebesar Rp25 juta untuk setiap RW di Kota Sukabumi.
Ia berharap hasil hearing bersama DPRD Kota Sukabumi dapat menghasilkan keputusan positif sehingga program yang pernah berjalan pada masa kepemimpinan wali kota sebelumnya bisa kembali direalisasikan pada tahun ini.
“Mudah-mudahan akan ada hasil yang baik dari kegiatan hearing ini, sehingga program yang dulu ketika zaman wali kota Pak Muslikh, Pak Muraz, Pak Fahmi, bisa kembali ada di zaman Pak Ayep Zaki di tahun ini,” katanya.
Danny juga menyinggung pengalaman pada tahun 2025 lalu, di mana program P2RW sempat tidak masuk dalam perencanaan awal APBD, namun akhirnya kembali muncul dalam anggaran perubahan.
“Di tahun 2025 kemarin, awalnya tidak ada, kemudian muncul lagi di perubahan. Mudah-mudahan hal ini juga sama, yang sebelumnya tidak ada di 2026 di APBD, mudah-mudahan pemerintah daerah, dengan persetujuan DPRD, bisa memunculkan kembali program ini,” tambahnya.
Selain itu, Danny berharap hearing antara Forum RT/RW dan DPRD Kota Sukabumi berjalan lancar, tertib, serta mampu menghasilkan keputusan sesuai harapan masyarakat.
“Hearing ini mudah-mudahan berjalan dengan baik, berjalan dengan lancar, tertib, dan mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan oleh warga masyarakat, khususnya para ketua RW dan RT yang mewakili masyarakat di lingkungannya,” pungkasnya.














