SUKABUMI — Gelaran konser musik yang berlangsung di Stadion Suryakencana pada Minggu (19/4/2026) menyisakan kondisi yang memprihatinkan.
Fasilitas olahraga kebanggaan warga Kota Sukabumi tersebut kini tampak rusak, dengan rumput lapangan berubah menjadi lumpur pekat serta tumpukan sampah yang berserakan di berbagai sudut area stadion.
Kerusakan ini menjadi sorotan publik, mengingat sebelumnya Pemerintah Kota Sukabumi melalui Wakil Wali Kota Bobby Maulana bersama Wali Kota Ayep Zaki telah menyatakan komitmennya untuk merevitalisasi stadion tersebut. Revitalisasi itu merupakan bagian dari 19 janji politik yang diusung keduanya.
Komitmen tersebut disampaikan Bobby Maulana usai melakukan kunjungan ke sejumlah stadion modern, seperti Stadion Pakansari pada 25 Juni 2025 dan Stadion Maguwoharjo pada 5 Juli 2025. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mendapatkan referensi teknis guna menjadikan Stadion Suryakencana lebih representatif dan bertaraf nasional.

Namun kondisi terkini justru memunculkan kritik dari berbagai pihak. Anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PKS, Dindin Solahudin, menilai lemahnya pengawasan dan minimnya pemeliharaan menjadi penyebab utama kerusakan stadion. Ia menyebut, kondisi stadion bahkan sudah kurang terawat sebelum acara berlangsung.
“Kami sangat menyayangkan hal ini terjadi. Fasilitas publik seperti Stadion Suryakencana seharusnya dijaga marwahnya,” ujar Dindin, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, penyelenggaraan acara berskala besar di stadion bukanlah persoalan, selama diiringi komitmen kuat terhadap kebersihan serta pemulihan kondisi lapangan setelah kegiatan selesai.
Dindin menegaskan, tanggung jawab tersebut tidak boleh diabaikan, baik oleh pihak penyelenggara maupun pengelola. Ia mendesak agar segera dilakukan langkah cepat berupa pembersihan menyeluruh dan perbaikan rumput lapangan yang rusak.
Selain itu, ia juga mendorong adanya evaluasi ketat dalam pemberian izin penggunaan stadion untuk kegiatan non-olahraga, agar kejadian serupa tidak terulang.
“Stadion ini aset kita bersama. Kalau dibiarkan terus rusak dan kotor, yang rugi adalah masyarakat Sukabumi sendiri,” pungkasnya.













