SUKABUMI – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menegaskan pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat yang harus dijaga lintas generasi. Hal tersebut disampaikannya melalui media sosial Facebook pribadinya, Bobby Maulana Fanspage.
Menurut Bobby, melestarikan budaya bukan sekadar menjaga peninggalan masa lalu, melainkan juga merawat jati diri untuk masa depan.“Melestarikan budaya bukan sekadar menjaga masa lalu, tetapi merawat jati diri untuk masa depan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti Bahasa Widal atau yang dikenal juga sebagai Bahasa Tipar, sebagai salah satu warisan kearifan lokal Kota Sukabumi yang memiliki nilai historis dan filosofi yang kuat. Bobby menilai, sudah saatnya Bahasa Widal mendapatkan perhatian lebih luas, bahkan diupayakan untuk diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda, baik di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional melalui UNESCO.
“Ini bukan hanya tentang pengakuan, tetapi tentang kebanggaan, pelestarian, dan keberlanjutan budaya kita agar tetap hidup di tengah arus modernisasi,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Essa Jiwa Permana yang telah berinovasi dengan membuat kamus Bahasa Widal berbasis website. Inisiatif tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkenalkan bahasa daerah kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.
“Terima kasih kepada Essa Jiwa Permana yang telah menghadirkan kamus Bahasa Widal dalam bentuk website. Ini menjadi bentuk sosialisasi yang relevan dengan perkembangan zaman,” ungkapnya.
Bobby berharap ke depan akan semakin banyak kolaborasi dari berbagai pihak untuk mengangkat eksistensi Bahasa Widal agar semakin dikenal dan digunakan secara luas.Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga, menggunakan, serta mewariskan Bahasa Widal sebagai identitas khas Kota Sukabumi kepada generasi mendatang.
Sementara itu, kepala Dinas Pedidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Novian Restiadi mengatakan bahwa untuk mengusulkan Bahasa Widal menjadi Warisan Budaya Tak Benda, baik di tingkat Provinsi maupun Nasional, salah satu syaratnya adalah memiliki dampak sosial positif di masyarakat.
“Untuk mengusulkan Bahasa Widal menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di tingkat Nasional ataupun tingkat Provinsi, terutama Bahasa Widal ini bisa menjadi bahasa yang mendekatkan masyarakat termasuk langkah pelestarian budaya, bahkan Bahasa Widal ini bisa memperkaya bahasa Nasional,” ungkap Novian.
Sebagai informasi, masyarakat dapat mengakses kamus Bahasa Widal melalui tautan yang dibagikan di Instagram Story, atau langsung mengunjungi situs berikut: https://widal.essa.jp.net















